BINTAN – Sejumlah indikator pembangunan di Kabupaten Bintan menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah daerah mencatat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sekaligus penurunan angka kemiskinan sebagai bagian dari capaian pembangunan yang terus didorong.
Data yang dipaparkan dalam pembahasan Musrenbang RKPD Kabupaten Bintan menunjukkan bahwa pada tahun 2025 IPM Bintan berhasil meningkat hingga mencapai angka 78,65.
Peningkatan tersebut mencerminkan perkembangan di berbagai sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat yang menjadi komponen utama dalam penghitungan IPM.
Selain peningkatan kualitas pembangunan manusia, Pemerintah Kabupaten Bintan juga berhasil menekan angka kemiskinan. Tingkat kemiskinan di daerah ini tercatat berada pada angka 4,77 persen, turun dari sebelumnya sebesar 5,44 persen.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penting yang menunjukkan adanya perbaikan kesejahteraan masyarakat secara bertahap.
Bupati Bintan melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Bintan, M Panca Azdigoena, menyampaikan bahwa berbagai capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, akademisi serta dukungan pemerintah pusat dan provinsi.
“Pelaksanaan forum hari ini merupakan ikhtiar nyata untuk mewujudkan kolaborasi yang semakin kuat dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan. Rumusan-rumusan yang nantinya diformulasikan dalam Musrenbang RKPD ini, kita harapkan dapat menjadi langkah strategis yang membawa Bintan semakin maju dan sejahtera,” ungkapnya, di Aula Bandar Seri Bentan, Kabupaten Bintan, Senin (9/3/2026).
Selain indikator IPM dan kemiskinan, sektor kesehatan di Kabupaten Bintan juga menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.
Usia harapan hidup masyarakat Bintan tercatat meningkat hingga mencapai angka 75,21 tahun. Peningkatan ini berjalan seiring dengan semakin luasnya akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Salah satu indikatornya terlihat dari capaian Universal Health Coverage (UHC) yang telah mencapai angka 99,07 persen.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa hampir seluruh masyarakat Bintan telah memiliki akses terhadap jaminan pelayanan kesehatan.
Di sisi lain, tingkat partisipasi aktif masyarakat juga tercatat berada pada angka 81,08 persen.
Sementara itu, upaya penanganan stunting di Kabupaten Bintan juga menunjukkan hasil positif. Prevalensi stunting berhasil ditekan hingga berada pada angka 14,8 persen.
Berbagai capaian tersebut diharapkan dapat terus meningkat seiring dengan penyusunan berbagai program pembangunan daerah yang akan dirumuskan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) ke depan.
Melalui forum perencanaan pembangunan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, Pemerintah Kabupaten Bintan berharap arah pembangunan daerah dapat terus berjalan secara terencana, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. ***














