Fokus di Tanjungpinang dan Bintan, Tangani Longsor, Pengaspalan, dan Gorong-Gorong
TANJUNGPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) mengalokasikan anggaran Rp8,68 miliar untuk melaksanakan 16 proyek pemeliharaan jalan di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan sepanjang tahun anggaran 2025.
Kepala Dinas PUPP Kepri, Rodi Yantari, mengatakan kegiatan ini meliputi pemeliharaan rutin dan berkala yang ditujukan untuk meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta memperpanjang umur jalan provinsi.
📍 8 Proyek di Kota Tanjungpinang
Total nilai kontrak: Rp3,29 miliar
- Penggantian gorong-gorong ambruk → Jalan Brigjen Katamso (Batu 2 Depan MOS)
- Pengaspalan → Jalan MT Haryono (Batu 3 Depan Polsek Bukit Bestari)
- Pengaspalan → Jalan Gatot Subroto (Batu 5 Depan RM Pondok Ciung)
- Pengaspalan → Jalan RE. Martadinata (Jalan menuju Pelabuhan Batu 6)
- Pengaspalan → Jalan DI Panjaitan (Batu 9 Depan KFC)
- Pengaspalan → Jalan Tanjung Uban Lama (Batu 10 Depan SPBU)
- Pengaspalan & bronjong longsor → Jalan Nusantara – Batas Kota Km 15 (Batu 13 Depan Bandara Asri)
- Peninggian jalan & box culvert 1×1 m → Jalan Daeng Kamboja (Batu 14 menuju Pengadilan Negeri)
📍 5 Proyek di Kabupaten Bintan – Pemeliharaan Rutin
Total nilai kontrak: Rp2,96 miliar
- Box culvert pracetak 3×4 m → Jalan Simpang Gesek – Tirta Madu
- Box culvert pracetak 2×2 m → Jalan Tanjungpinang – Tanjunguban Lama (Km 34)
- Pengaspalan → Jalan Toapaya – Tembeling (Simpang 4 Lintas Barat – Tembeling)
- Pengaspalan → Jalan Simpang Lintas Barat – Simpang Lagoi
- Pengaspalan → Jalan Lome – Malang Rapat
📍 3 Proyek di Kabupaten Bintan – Pemeliharaan Berkala
Total nilai kontrak: Rp2,42 miliar
- Box culvert pracetak 2×2 m → Jalan Tanjungpinang – Tanjunguban Lama (Km 38)
- Box culvert pracetak 1×1 m → Jalan Nusantara – Kijang (Simpang Korindo)
- Pengaspalan jalan rusak berat → Jalan Nusantara – Kijang (Simpang Korindo)
🛠 Durasi Proyek: 180 Hari Kalender
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari upaya memperbaiki infrastruktur secara merata.
“Kami ingin memastikan seluruh ruas jalan provinsi dalam kondisi layak dan aman digunakan,” ujar Gubernur Ansar.
Sementara itu, Rodi mengimbau masyarakat agar memahami dampak kemacetan sementara selama proyek berlangsung.
“Pemeliharaan ini penting untuk mengurangi risiko kecelakaan dan biaya operasional kendaraan,” katanya. ***














