TANJUNGPINANG – Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan performa luar biasa pada triwulan III tahun 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, pertumbuhan ekonomi daerah ini mencapai 7,48 persen secara tahunan (year-on-year), menjadikannya yang tertinggi di Pulau Sumatera dan peringkat ketiga secara nasional.
Kepala BPS Provinsi Kepri, Dr. Margaretha Ari Anggorowati, mengungkapkan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kepri atas dasar harga berlaku (ADHB) pada triwulan III-2025 mencapai Rp94,59 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp55,68 triliun.
Pertumbuhan signifikan ini terutama disokong oleh peningkatan investasi dan ekspor. Dari sisi pengeluaran, komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi fisik memberikan kontribusi pertumbuhan tertinggi sebesar 3,75 persen, sementara Net Ekspor menyumbang 2,46 persen.
“Investasi dan ekspor menjadi penggerak utama ekonomi Kepri saat ini. Aktivitas industri dan perdagangan internasional di Batam, Bintan, dan Karimun terus meningkat,” ujar Margaretha dalam rilis resmi BPS, Rabu (5/11/2025).
Dari sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan dan pertambangan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Kepri. Sektor industri pengolahan berkontribusi sebesar 2,80 persen terhadap pertumbuhan, sedangkan sektor pertambangan dan penggalian menyumbang 2,07 persen.
Peningkatan ekspor yang tumbuh hingga 16,45 persen menunjukkan kuatnya daya saing produk Kepri di pasar global. Pertumbuhan ini dipicu oleh peningkatan ekspor komoditas hasil industri pengolahan dan dukungan infrastruktur pelabuhan yang semakin efisien.
Sementara itu, kinerja investasi atau PMTB yang tumbuh 9,05 persen mengindikasikan meningkatnya minat investor, baik dari dalam maupun luar negeri, terhadap proyek strategis dan pembangunan infrastruktur di wilayah Kepri.
Menanggapi capaian ini, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, memberikan apresiasi terhadap kerja keras seluruh pihak yang turut menjaga stabilitas dan produktivitas ekonomi daerah.
“Pertumbuhan ekonomi Kepri yang mencapai 7,48 persen adalah hasil sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Ini menunjukkan Kepri mampu bangkit dan berlari lebih cepat dari banyak daerah lain,” ujar Ansar di Tanjungpinang, Kamis (6/11/2025).
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kepri akan terus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan melalui penguatan sektor industri, perluasan kawasan ekonomi, serta peningkatan daya saing ekspor.
“Kita ingin Kepri tidak hanya tumbuh tinggi, tetapi juga tumbuh berkualitas. Pertumbuhan ekonomi harus membuka lapangan kerja, memperluas investasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Ansar. ***
















