[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Malas Baca, Tekan Ini”]
FH Optimis “ADA POROS TENGAH” di Pilpres 2019
SIJORIKEPRI.COM, JAKARTA — Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah (FH), meyakini akan muncul poros baru dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Poros tengah akan menjadi alternatif bagi publik, sebagai ancaman dua poros yang berbeda meski tidak terlalu dalam.
Dalam pandangannya, koalisi yang ada sekarang begitu rumit, karena belum memiliki flatform. Begitupun Koalisi yang digadang sebagai penantang JKW, memiliki dilematis tersendiri.
Sebaliknya tambah FH, koalisi penantang JKW, belum menonjolkan narasi alternatif yang jelas. Selama ini, narasi yang dimunculkan masih dilematis, rancu dan buntu.
Begitupun wacana Koalisi PKS, Demokrat dan Gerindra, sampai saat ini belum jelas arahnya. Bahkan menjadi dilema karena tentunya, Gerindra memiliki perhitungan menang kalah, karena jika terjadi koalisi dan kalah buat apa?. Koalisi dalam Pilpres ini, sambung Fahri, ada istilah sudden death, artinya apabila terjadi dua poros, akan langsung kalah, ini cukup menakutkan tentunya.
Ia menduga, dari masing-masing poros menginginkan terciptanya poros tengah atau poros ketiga untuk membuat peta baru Pilpres, dengan harapan bisa terjadi dua putaran.
“Saya punya tesis, akan muncul poros baru di Pilpres 2019 nanti. Muncul poros tengah. Tetapi jika keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) melahirkan keputusan baru atas gugatan presidential threshold dan memutuskan ambang batas nol persen, maka seluruh koalisi yang ada akan bubar,” papar Politisi PKS ini, yakin baik JKW ataupun Prabowo tidak ingin berhadap-hadapan secara langsung.
Selanjutnya, terkait kepastian koalisi, ia mempridiksi koalisi akan terbentuk 9-10 Agustus 2018. Sampai saat ini koalisi ini masih ngambang, karena flatform dari komunikasinya rumit, apalagi sampai saat ini belum ada kepastian atas gugatan ambang batas di MK.
Kembali ia tegaskan, jika keputusan MK melahirkan 0 persen, maka seluruh
koalisi yang ada akan bubar. Dan akan terbentuk koalisi baru, sehingga banyak bermunculan calon presiden.
“Saya optimis, trend Pilpres 2019 menuju kearah sana, maka akan muncul calon baru presiden seperti Bang Yusril, Pak Hendro Priyono, bahkan partai lama yang memiliki anggota DPRD di daerah tentu akan banyak maju,”ujarnya, mengatakan jika nol persen porosnya akan bagus dan menguntungkan.
Kepada awak media, FH sapaan akrab Fahri Hamzah, sampai saat ini belum menetapkan dukungan ke poros mana pun. Ia mengaku, masih memilih poros tengah. Sampai saat ini ia mengaku masih melihat siapa calon yang memiliki ide untuk menjawab persoalan stagnasi berpikir di republik ini setelah 20 tahun reformasi.
“Nah pertanyaan sekarang, apakah ada style leadership, yang mampu memberi harapan baru untuk Indonesia dalam menetapkan tujuan yang selama 20 tahun belum jelas tujuannya. Ini memerlukan pembaharuan cara bepikir di level bernegara,” tukasnya, mengakui sampai sekarang hal belum menemukan.
Ditanya berapa besar peluang Jokowi untuk menang dalam Pilpres mendatang, Fahri berkeyakinan peluang JKW cukup kecil.
“Cance JKW untuk menang paling sedikit, karena banyak janjinya belum terpenuhi, Ketika ditagih janji, dia ngga bisa jawab, karena dari semua janji Kampanyenya dulu masih belum jelas,” pungkasnya, memastikan tidak akan merapat ke JKW di Pilpres nanti. (mm)








