HTI Serukan Bahaya MEA Bagi Indonesia

oleh

TANJUNGPINANG (SK) — Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD II Tanjungpinang, menyerukan, bahwa MEA (Masyarakat EkonomI Asean) berbahaya bagi Indonesia. HTI mengkhawatirkan masa depan Indonseia, khususnya Kota Tanjungpinang, akibat dampak MEA yang telah resmi dimulai pada tanggal 31 Desember 2015, dengan tujuan utama menjadikan kawasan ASEAN pasar dan basis kompetitif. Untuk itu Negara-Negara ASEAN menyepakati untuk melakukan liberalisasi pada lima aspek ekonomi, yaitu, barang, jasa, investasi, modal dan tenaga kerja yang terampil. Demikian disampaikan salah satu petinggi HTI DPD II Tanjungpinang, Ustad Erwin Susanto Hutabarat, di Persimpangan Lapangan Pamedan, Tanjungpinang, Sabtu, (27/02/2016).

“Hal ini jelas merugikan rakyat Indonesia, sebagai konsekuensi adanya pasar bebas, semua pihak diberikan kebebasan masuk untuk bersaing siapa kuat dia yang menang. Yang kuat semakin untung dan yang lemah semakin tertindas,” ungkap Erwin Susanto dalam orasinya.

BACA JUGA :  Juramadi : Sektor Parawisata Paling Siap Laksanakan MEA

Liberalisasi, sambung Erwin, juga menjadi faktor utama rusaknya tatanan ekonomi Negara yang menjalankan kapitalisme. liberalisasi ekonomi yang berlangsung di Negara ini juga telah terbukti gagal menciptakan ekonomi yang maju, mandiri, stabil dan menyejahterakan rakyat Indonesia.

Ustad Erwin Susanto Hutabarat dan Anggota HTI DPD II Tanjungpinang.(Foto : M Syaiful Amri)
Ustad Erwin Susanto Hutabarat dan Anggota HTI DPD II Tanjungpinang. (Foto : M Syaiful Amri)

HTI juga keras dalam menentang MEA, yang menurutnya, sangat merugikan rakyat Indonesia dengan kesenjangan yang semakin jelas terlihat ketika asset-aset penting dikuasai oleh insvestor asing, barang-barang impor menggusur produk lokal.

“Kan lucu, dulu kita tahu kalau yang meng-handle minyak dan gas itu pasti Pertamina. Pertambangan Bauksit macam di Tanjungpinang dan Bintan pastilah dari PT,Antam, tapi sekarang sudah banyak investor asing yang mengelolanya, padahal untuk SDM dan SDA negeri ini sangat kaya, kita bisa mengolahnya secara mandiri tanpa campur tangan pihak asing,” ujarnya.

BACA JUGA :  OPINI : Strategi Perikanan Budidaya di Era MEA

Dia juga mengatakan, bahwa masih ada ancaman lain yang tak kalah berbahaya dibandingkan ekonomi finansial, yaitu kehancuran basis kehidupan keluarga. Saat beban hidup semakin berat, setiap laki-laki ‘terpaksa’ akan menggadaikan tanggung jawabnya sebagai pencari nafkah keluarga, kemudian bergeser kepada perempuan yang lebih ‘bisa bersaing’ di dunia kerja, termasuk menjadi TKW di luar negeri, akibatnya tentu sudah kita ketahui akan merusak rumah tangga.

“Kami sangat mengharapkan, agar pemerintah memperhatikan sikap dan pendapat kami ini. Bukan tanpa alasan kami seperti ini, semata-mata demi kemashlahatan masyarakat kita sendiri,” tegasnya

Dikatakannya, HTI DPD II Tanjungpinang, akan melaksanakan HALAQAH (Bincang-bincang, Red), di Masjid Al Furqan, Jalan Pemuda pada hari Minggu, (28/02/), dimulai Pukul 08.00 WIB, dengan pembicara Ustad Burhanuddin, dari Tanjungpinang.

BACA JUGA :  MESRAWATI : Kartini Modern di Era MEA "JANGAN KEBABLASAN"

“Kami menyuarakan seruan ini dengan pandangan politik dan tanpa kekerasan. Semoga hal ini dapat memberikan harapan kepada masyarakat kita terhadap MEA ini,” tandasnya. (SK-SA/C)

HTI DPD II Tanjungpinang memasang baleho Bahaya MEA bagi Indonesia.(Foto : M Syaiful Amri)
HTI DPD II Tanjungpinang memasang baleho Bahaya MEA bagi Indonesia.(Foto : M Syaiful Amri)
Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.