[responsivevoice_button voice=”Indonesian Male” buttontext=”Malas Baca, Tekan Ini”]
Usai Makan Nasi Kotak, 82 Santri Hidayatullah Diduga Keracunan
– 33 Dirawat, 49 Dipulangkan.
SIJORIKEPRI.COM, KARIMUN — Sekitar 82 santri Pondok Pesantren Hidayatullah, Kampung Sememal, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, diduga keracunan makanan, Jumat, (13/12/2019), sekira pukul 10.00 WIB.
Sebelum keracuan, para santri ini makan nasi kotak sumbangan dari Imron, teman satu jemaah dengan pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah, Syaifullah, yang baru saja menggelar pesta pernikahan anaknya, di komplek Griya Praja Tebing. Nasi kotak yang disumbangkan tersebut berisikan nasi sama ayam sambal.
Kapolsek Meral, Karimun, AKP Doddy Santosa Putra, membenarkan kejadian ini. Seluruh santri yang diduga keracunan telah diberikan pengobatan medis. Pertolongan awal, para santri dibawa ke Puskesmas Meral Barat.
”Proses pengobatan medis para santri, dihadiri Kepala Dinas Kesehatan, Darmadi, aparat polisi, Kepala Puskesmas Meral Barat, Bambang Karo Karo, dan Kepala Puskesmas Meral Paras Hasibuan,” kata Doddy Santosa Putra.
Khawatir terjadi sesuatu, akhirnya para santri yang sakit dibawa ke rumah sakit. Pengangkutan pasien menggunakan 6 armada mobil ambulan. Secara keseluruhan, jumlah santri yang diduga keracunan berjumlah 82 orang. Dari jumlah ini, sebanyak 27 dirawat di RSUD, 6 dirawat di Puskesmas dan 49 santri diperbolehkan pulang.
Temuan santri diduga keracunan ini, berawal hari Jumat, tanggal 13 Desember 2019 pukul 10.00 WIB, Bidan Pasir Panjang, Helma, memberikan informasi kepada Firdaus, salah satu Staf Puskesmas Meral Barat, bahwa ada santri diduga keracunan.
Firdaus dan bebera Tim Medis langsung menuju Pondok Pesantren Hidayatullah, Kampung Sememal, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, untuk mengecek sumber informasi dan mendapati bahwa benar ada santri diduga keracunan.
”Kemudian Tim Medis melakukan olah medis di TKP, kemudian membawa beberapa anak untuk dilakukan penanganan medis ke Puskesmas Meral Barat, karena kondisi korban yang lemah,” katanya. (Wak Fik)
















