– Dalam Rangka Studi Banding
SURABAYA (SK) — Dalam rangka studi banding mengenai penataan kelembagaan, seperti penataan lingkungan, perizinan, tata kota, pelayanan publik dan beberapa hal lainnya pada SKPD, maka Pemerintah Kota Tanjungpinang melakukan kunjungan kerja ke Pemkot Surabaya, Kamis (20/8/2015).
Kota Surabaya saat ini merupakan kota terbaik Se-Asia Pasifik, repurtasi dan prestasi Kota Surabaya dibawah pimpinan Walikota, Ir. Tri Rismaharini, sudah terkenal hingga ke Mancanegara. Sebagai kota dengan penggelolaan lingkungan, perdagangan jasa, pelayanan publik, serta pariwisata yang dinilai baik, Kota Surabaya telah menjadi percontohan bagi daerah lain.
Atas hal itulah, Pemerintah Kota Tanjungpinang melakukan kunjungan kerja ke Pemkot Surabaya, yang di pimpin langsung oleh Wakil Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul, S. Pd.
Kedatangan Syahrul beserta rombongan, disambut ramah oleh Walikota Surabaya dan jajarannya. Rombongan yang datang langsung diarahkan ke ruang sidang kantor Walikota Surabaya.
Mengawali sambutannya, Syahrul melantunkan sebait pantun kepada Walikota Surabaya dan jajarannya, Tanjungpinang dikenal dengan kota gurindam negeri pantun, dan sudah menjadi budaya kami, bak kata pantun dari negeri melayu, Surabaya Kota Pahlawan, sudah terkenal ke pelosok negeri, kedatangan kami dan rombongan untuk mengantarkan rejeki.
“kedatangan kami ke sini, adalah untuk melakukan studi banding mengenai penataan kelembagaan, seperti penataan lingkungan, perizinan, tata kota, pelayanan publik dan beberapa hal lainnya pada SKPD kami,” ucapnya.
Kota Surabaya merupakan kota yang sedang berkembang, tutur Syahrul, karena itu, sebagai kota yang sedang berbenah diri, kami juga menginginkan kota kami bisa berkembang setara dengan kota-kota lainnya, ilmu yang kami dapat disini nantinya, akan menjadi referensi kami, dan tentunya akan disesuaikan dengan visi misi serta kondisi kota kami.
Sementara itu, Risma, mengaku banyak belajar dari negara luar, mana yang bisa kami kerjakan di kota Surabaya kami kerjakan, banyak ide-ide mereka saya tangkap, dan saya terapkan sesuai dengan keadaan budaya serta finansial masyarakat Surabaya.
“Tak hanya itu saja, dulunya banjir di Kota Pahlawan ini cukup parah, namun setelah saya membangun drainase yang besar, dan Alhamdulillah sekarang sudah membaik,” ujar Risma.
Sementara untuk masalah sampah, Risma menjelaskan, pemkot Surabaya, mendirikan rumah-rumah kompos, dan sampai sekarang rumah kompos yang ada sebanyak 28 unit rumah kompos, dan warga pun kami himbau untuk bisa mengolah sampah rumah tangga mereka sendiri, sementara untuk penertiban PKL, kami telah membangun sentra-sentra PKL, jadi mereka kami tempatkan disana.
Pada pertemuan itu, Risma membuka sesi tanya jawab, berbagai permasalahan pun didiskusikan pada forum itu, satu persatu perwakilan SKPD Pemko Tanjungpinang memberikan pertanyaan dan ditanggapi langsung oleh Risma.
Usai pertemuan itu, dengan didampingi jajaran SKPD Pemko Surabaya, seluruh SKPD Pemko Tanjungpinang, bergerak langsung menuju dinas-dinas terkait, untuk melakukan koordinasi sesuai dengan bidang yang ditanggani SKPD Pemko Tanjungpinang.
Adapun SKPD yang ikut mendampingi Syahrul, yakni, Asisten Pemerintahan, Drs. Mekhwanizar, MM, Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ir. Robert Pasaribu, MM, Kadis Tata Kota, Drs. H. Efiar M. Amin, Kakan Satpol PP, Irianto, SH, Kabag Ortal, Drs. Wan Chairil, MM, Kabag Hukum, Samsudi, S. Sos, MH, serta pejabat di jajaran SKPD Kota Tanjungpinang. (SK-DY/R)







