
LINGGA — Anggota DPRD Kepri Dapil Bintan Lingga, Hanafi Ekra, menyampaikan apresiasi dan pujian terhadap respons Pemerintah Kabupaten Lingga (Pemkab Lingga) dalam menangani musibah serangan ulat bulu yang terjadi di Dusun 2 Tanjung Keriting, Desa Kudung, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga.
Hanafi menyatakan kepedulian dan prihatinannya terhadap musibah yang menimpa warga Desa Kudung. Dia mengungkapkan bahwa respon dari pemerintah daerah sangat bagus, dengan mengirimkan bantuan dari berbagai dinas ke lokasi musibah.
“Kita mendengar ada musibah serangan ulat bulu di Desa Kudung, Dusun Tanjung Keriting, dan kami sebagai perwakilan masyarakat Kabupaten Liingga ikut merasa prihatin, mudah-mudahan kita menghadapi musibah itu dengan sabar. Kita mendengarkan juga bahwa respon pemerintah daerah juga sudah bagus mengirimkan bantuan dari beberapa dinas di lokasi musibah,” kata anggota Komisi 4 DPRD Provinsi Kepri ini, kemarin.
Menurut Hanafi, petugas yang diturunkan telah memberikan obat kepada warga yang terkena serangan ulat bulu, dan dalam waktu satu hari saja gejala gatal-gatalnya sudah hilang.
Hanafi juga mencatat bahwa ini bukanlah musibah serangan ulat bulu pertama di Lingga, sebelumnya telah terjadi di Desa Jagoh. Namun, dia berharap musibah di Desa Kudung segera berlalu.
“Mengenai bantuan, karena skalanya Desa dan bukan terlalu besar, seperti yang terjadi di Pulau Kasu, jadi masih bisa ditangani oleh Kabupaten setempat,” kata Hanafi.
Kepala Desa Kudung, Amran, membenarkan kejadian musibah serangan ulat bulu yang menimpa dusun mereka. Dia menyatakan bahwa pemerintah daerah telah memberikan respons yang baik dengan menurunkan berbagai instansi seperti BPBD, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Sungai, dan Kunjungan Kesbangpol yang memberikan bingkisan paket obat-obatan dan makanan kepada warga.
“Betul pak, Dusun 2 Tanjung Keriting, Desa Kudung terdampak serangan Ulat Bulu pak. Alhamdulillah kepedulian Pemerintah Daerah bagus pak. Mereka telah menurunkan BPBD, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Sungai, dan Kunjungan Kesbangpol membagi bingkisan paket obat-obatanan dan makanan”, ungkap Amran.
Amran menegaskan bahwa serangan ulat bulu tidak sampai menyerang pemukiman penduduk dan fasilitas umum, hanya terjadi di kawasan pantai dan tempat akses ekonomi nelayan. Sekitar 100 orang warga dilaporkan terkena serangan ulat bulu.
“Hanye dikawasan pantai dan tempat akses ekonomi nelayan saja. Adapun warga yang terkena serangan berjumlah kurang lebih 100 orang,” tutupnya. ***
(Advetorial DPRD Provinsi Kepri)














