TANJUNG PINANG – 6 (enam) Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Melati Indah yang mengalami insiden pecah di perairan Kabupaten Lingga akhirnya berhasil diselamatkan dan telah dibawa ke Tanjung Pinang, Jumat (31/1/2025).
Kapal tersebut mengalami kecelakaan pada Rabu (29/1/2025) pagi di koordinat 0°07’56.8″S 106°00’18.8″E, sekitar 20 mil laut dari Tanjung Jang, Daik, Kabupaten Lingga. Berkat aksi penyelamatan oleh kapal TB Bintan Kharisma 6, seluruh kru berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
“Seluruh awak kapal ditemukan dalam keadaan selamat dan sempat berlindung sementara di Pulau Lingga karena cuaca buruk,” ujar Kepala Kantor SAR Tanjung Pinang, Fazzli.
Daftar ABK Kapal Melati Indah yang Selamat:
- M. Azis – Nahkoda, asal Nipah Panjang, Jambi
- Romi Yahya – KMM, asal Nipah Panjang, Jambi
- Surip – Kru, asal Galang Baru, Batam
- M. Syarif – Kru, asal Bengkong Laut, Batam
- Abunawas – Kru, asal Pangkep, Sulawesi Selatan
- Herman – Koki, asal Bakauheni, Lampung Selatan
Kronologi Kapal Melati Indah Pecah di Perairan Lingga
Kecelakaan ini bermula pada Senin malam, 27 Januari 2025, saat kapal berlayar dari Tanjung Pinang menuju Berau, Kalimantan. Kapal mulai mengalami kebocoran di bawah mesin akibat papan kapal yang retak.
Kru kapal sempat berusaha mengendalikan situasi, namun hujan deras dan ombak tinggi memperburuk keadaan. Hingga pukul 22.00 WIB, upaya untuk mengatasi kebocoran tidak membuahkan hasil, sehingga kru memutuskan untuk meminta pertolongan dengan kode senter.
Pada 28 Januari 2025, pukul 08.00 WIB, kapal TB Bintan Kharisma 6 akhirnya menemukan dan mengevakuasi para kru di koordinat 00°07.964′ S, 106°00.314′ E setelah sebelumnya SROP Dabo Singkep gagal berkomunikasi dengan kapal melalui HF/MF 6215 dan VHF.
Menurut Nahkoda TB Bintan Kharisma 6, Aldino, kapal penyelamat awalnya berlindung di Pulau Lingga sebelum akhirnya membawa para korban ke Tanjung Pinang.
Kapal Melati Indah diketahui berlayar dalam kondisi kosong dengan kapasitas muatan 150 ton. Saat kejadian, kapal terbelah menjadi dua bagian. Pihak berwenang terus melakukan evaluasi untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa depan.
Saat ini, seluruh kru yang selamat telah mendapatkan perlindungan dan bantuan hingga kondisi memungkinkan untuk kembali ke Tanjung Pinang dengan tujuan PT BAI. ***














