GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Pasca Inpres No 1 Tahun 2025, Petani di Kabupaten Lingga Mulai Beradaptasi

×

Pasca Inpres No 1 Tahun 2025, Petani di Kabupaten Lingga Mulai Beradaptasi

Sebarkan artikel ini
Petani Cempedak di Kabupaten Lingga.
Petani Cempedak di Kabupaten Lingga. (Foto : Ist)

KABUPATEN LINGGA Sejumlah petani di Kabupaten Lingga mulai beradaptasi dengan meningkatkan produktivitas di sektor pertanian dan perkebunan pasca diberlakukannya Instruksi Presiden (Inpres) No 1 Tahun 2025.

Mereka mulai fokus pada pengembangan usaha mandiri, seperti perkebunan dan budidaya tanaman pangan, guna menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Ainur Wahid, seorang petani ketahanan pangan di Lingga, mengungkapkan bahwa ia dan keluarganya kini lebih serius dalam mengembangkan usaha perkebunan, terutama Cempedak.

“Kami setiap hari aktif di perkebunan Cempedak, yang kini berkembang pesat di Lingga. Permintaan terhadap cempedak cukup tinggi, baik di dalam maupun luar Lingga. Bahkan, kualitas Cempedak dari Desa Persing Lingga mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten hingga luar daerah,” ujar Wahid, Jumat (14/2/2025).

Selain perkebunan, kelompok-kelompok petani lainnya juga mulai mengadopsi berbagai teknik pertanian modern serta sistem ketahanan pangan yang lebih efisien untuk meningkatkan hasil produksi.

Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Lingga, Amren Zaini, menegaskan bahwa pihaknya akan berfokus pada pengembangan ekonomi mandiri, terutama di sektor budidaya ternak dan ketahanan pangan, sebagai respons terhadap Inpres No. 1 Tahun 2025.

“Setelah Inpres No. 1 Tahun 2025, jelas kita akan berfokus pada kelompok-kelompok ekonomi mandiri, khususnya di sektor budidaya ternak dan ketahanan pangan,” ungkap Amren Zaini, Jumat (14/2/2025).

Ia menambahkan bahwa APDESI Lingga terus mencari solusi alternatif guna keluar dari tekanan kebijakan ini, agar masyarakat tetap bisa bertahan dan berkembang secara ekonomi.

“Kami berfokus pada solusi, bukan pada permasalahan yang terjadi. Bagaimana cara mengalihkan pola pikir masyarakat ke arah pengembangan ekonomi mandiri di sektor budidaya dan ketahanan pangan perkebunan,” jelasnya.

Dengan adanya kebijakan efisiensi belanja dan pengurangan ADD, diharapkan inisiatif ekonomi mandiri seperti yang dikembangkan APDESI dan masyarakat Lingga dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi ketahanan ekonomi desa. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100