GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Selamat Bertugas, Bupati dan Wakil Bupati Lingga: Harapan untuk Masa Depan Lebih Gemilang

×

Selamat Bertugas, Bupati dan Wakil Bupati Lingga: Harapan untuk Masa Depan Lebih Gemilang

Sebarkan artikel ini
Assoc. Prof Dr M Syuzairi M.Si penggagas dan penggiat pembentukan Kabupaten Lingga
Assoc. Prof Dr M Syuzairi M.Si penggagas dan penggiat pembentukan Kabupaten Lingga. (Foto : Ist)

KABUPATEN LINGGA – Assoc. Prof. Dr. M. Syuzairi, M.Si, penggagas dan penggiat pembentukan Kabupaten Lingga, menyampaikan selamat atas terpilihnya Bupati Muhammad Nizar dan Wakil Bupati Novrizal untuk periode 2025-2030.

Dalam paparannya, ia berharap pasangan ini mampu membawa Kabupaten Lingga lebih berdaya saing dengan kabupaten dan kota lain di Provinsi Kepulauan Riau.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Sejarah Perjuangan Pembentukan Kabupaten Lingga

Dr. Syuzairi mengingat kembali perjuangan panjang dalam pembentukan Kabupaten Lingga. Ia, bersama Forum Masyarakat Selingsing (Senayang, Lingga, Singkep), memperjuangkan pemekaran wilayah ini sejak 1988.

Keputusan untuk menjadikan Lingga sebagai kabupaten dilatarbelakangi oleh berbagai keunggulan daerah, seperti:

  • Garis pantai yang panjang dan indah
  • Hutan yang masih asri
  • Gunung tertinggi di Kepulauan Riau
  • Lokasi strategis di garis khatulistiwa
  • Kekayaan alam, termasuk tambang timah dan sarang burung walet
  • Sejarah sebagai bekas pusat pemerintahan Kesultanan Johor-Lingga

Setelah melalui berbagai tahapan, termasuk Musyawarah Rakyat Kepulauan Riau pada 15 Mei 1999, serta perjuangan bersama Komite Pemekaran Kepulauan Riau (KPKR), akhirnya Kabupaten Lingga resmi berdiri.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Dr. Syuzairi juga mengingatkan bahwa ada rekomendasi penting dari Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) saat pemekaran Lingga:

  1. Kabupaten Lingga harus lebih terbuka dalam meningkatkan jumlah penduduk.
  2. Membangun akses transportasi langsung ke Batam untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Ia menyoroti bahwa poin kedua masih belum terealisasi secara optimal.

Terkait kebijakan terbaru, khususnya Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025 yang berdampak pada pemotongan anggaran, ia menyarankan pemerintah daerah untuk lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung pada pusat.

“Pemda harus berani membuat terobosan berbasis kearifan lokal, mengutamakan efisiensi anggaran, dan menjaga daya beli masyarakat,” katanya.

Beberapa langkah yang disarankan:

  1. Menyusun Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) sesuai skala prioritas.
  2. Menghemat anggaran Operasional Perangkat Daerah (OPD), seperti:
  • Mengurangi pengadaan alat tulis kantor (ATK) dengan memanfaatkan teknologi digital.
  • Mendaur ulang kertas untuk keperluan administrasi, seperti yang dilakukan di Provinsi DI Yogyakarta.
  1. Mengurangi acara seremonial dan protokoler berlebihan, mengutamakan kesederhanaan dalam pemerintahan.
  2. Menggerakkan sektor pertanian dan perikanan, termasuk mendorong pegawai untuk bercocok tanam guna swasembada pangan.
  3. Memanfaatkan sumber daya alam (SDA) secara berkelanjutan, dengan memperhatikan keseimbangan lingkungan untuk generasi mendatang.
  4. Memperkuat kerja sama dengan Provinsi Jambi, sebagai tetangga terdekat yang berpotensi menjadi mitra ekonomi strategis.

Dr. Syuzairi juga menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan PHK pegawai. Kesejahteraan aparatur tetap harus menjadi prioritas.

Di akhir pernyataannya, ia memberikan penghormatan dan dukungan penuh kepada pasangan Bupati dan Wakil Bupati Lingga yang baru.

“Semoga Kabupaten Lingga tetap cemerlang dan gemilang!” pungkasnya. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100