TANJUNGPINANG – Memasuki usia ke-23 tahun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menorehkan capaian gemilang dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 7,14 persen, tertinggi di Sumatera dan menempati peringkat tiga nasional. Capaian ini menjadi bukti bahwa arah pembangunan Kepri berjalan positif dan konsisten di bawah kepemimpinan Gubernur Ansar Ahmad.
Dalam upacara peringatan Hari Jadi ke-23 Provinsi Kepri di Halaman Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu (24/9/2025), Gubernur Ansar Ahmad menegaskan bahwa momentum hari jadi tahun ini menjadi refleksi keberhasilan bersama sekaligus tantangan untuk menjaga tren pertumbuhan tersebut.
“Kepri harus terus bergerak maju. Pertumbuhan ekonomi 7,14 persen bukanlah akhir, tetapi pijakan untuk menciptakan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh masyarakat,” ujar Ansar dalam amanatnya.
Gubernur Ansar menyampaikan bahwa indikator makro ekonomi Kepri terus menunjukkan perkembangan signifikan. Selain pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera, angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 4,44 persen, menjadikannya yang terendah di kawasan tersebut.
“Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri juga naik menjadi 79,89 poin, yang artinya kita menempati posisi pertama di Sumatera. Ini hasil kerja keras bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah,” jelasnya.
Selain itu, Pemprov Kepri juga terus berupaya memperkuat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah melalui proyek strategis seperti percepatan pembangunan Jembatan Batam–Bintan, pengembangan bandara dan pelabuhan, serta peningkatan infrastruktur digital di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
Ansar menambahkan bahwa keberhasilan ekonomi Kepri tidak hanya bertumpu pada investasi besar, tetapi juga pada penguatan ekonomi kerakyatan.
“Program seperti modal usaha tanpa bunga untuk UMKM, Kepri Terang yang telah menjangkau lebih dari 12 ribu rumah tangga, serta perlindungan nelayan dan petani lewat BPJS Ketenagakerjaan adalah bentuk nyata keberpihakan kita kepada rakyat,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga sinergi antardaerah dan inovasi lintas sektor agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh wilayah perkotaan, tetapi juga masyarakat di pulau-pulau kecil.
“Kepri adalah provinsi kepulauan, dan tantangan terbesar kita adalah pemerataan. Oleh karena itu, inovasi dan kolaborasi menjadi kunci untuk menjaga momentum positif ini,” tegas Ansar.
Upacara Hari Jadi Kepri ke-23 juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada tokoh dan lembaga yang berjasa dalam memajukan daerah, serta penyaluran berbagai bantuan sosial dan ekonomi dari Pemprov Kepri.
Gubernur Ansar menutup sambutannya dengan ajakan untuk terus memperkuat semangat kebersamaan dan inovasi demi Kepri yang semakin maju dan berdaya saing.
“Dengan semangat Berpancang Amanah, Bersauh Marwah, mari kita jadikan Kepri sebagai provinsi yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga menyejahterakan rakyatnya,” pungkasnya. ***














