BATAM (SK) — “Pokoknya siapapun SKPD nya dan siapapun bawahan-bawahannya, yang berjalan tidak sesuai aturan, saya tidak main-main dan saya tidak segan-segan, saya pecat,” tegas Walikota Batam, HM Rudi SE.,MM, di hadapan seluruh bawahanya, Senin, (11/04/2016).
“Dan satu lagi yang harus di ingat oleh SKPD semuanya, siapapun SKPD nya. Ingat ini, jangan pandai-pandai sendiri. Yang menambah honorer, juga saya pecat. Jangan sampai pula di bilang masyarakat, SKPD-nya malah lebih hebat dari Walikotanya,” tegas Rudi lagi, di Rapat SKPD itu.
Disampaikan juga oleh Walikota Batam Rudi, selanjutnya dalam Rapat SKPD yang di adakan di Lantai 4 Gedung Pemko Batam tersebut, bahwa Semua SKPD, semua pegawai, harus bekerja dengan sebaik-baiknya. Ikuti saja semua perintah Presiden. Bukan saja perintah dari Walikota.
“Akal banyak betul. Ikuti aturan. Jangan tidak ikuti aturan. Ikuti lah perintah Presiden. Perintah Wakil presiden. Contoh Perintah Wakil presiden, ruangan kerja itu tidak boleh mewah-mewah. Ya, sudah ikuti aturan saja. Jangan rubah sana rubah sini,” tegas Walikota Rudi serius.
“Pokoknya, saya perintahkan kepada semuanya saja, jangan lah main-main dalam bekerja. Sekarang harus dipikirkan dan di fokuskan bekerja untuk perbaikan Infrastruktur. Bagaimana jalan bisa bagus. Misalnya, Jalan Nagoya di perlebar. Ini butuh anggaran banyak kan,” tanya Rudi.
“Ini merupakan perintah Bapak Presiden juga, perbaikkan Infrastruktur. Kalau jalan sudah bagus dan juga sudah lebar, nanti kalian kan tidak perlu jalan-jalan ke Singapura atau ke Malaysia lagi. Ya kan. Asal di telephone kalian, lagi di Singapur lah, di Malaysia lah,” sindir Rudi tegas.
“Terus Bendahara dan Bagian Keuangan, jangan asal tanda tangan saja kalian. Jangan asal main paraf saja. Harus di baca dulu. Asal Main paraf pula. Kena hukum nanti,” tegas Rudi, nampak sedikit kesal, sebelum menutup Rapat yang bikin dag dig dug bawahannya itu. (SK-Nda)









