LINGGA (SK) — Warga mulai keluhkan buruknya pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dabo. Tidak hanya dari segi pelayanan, yang lainnya seperti obat dan jarum infus pun pasien harus membelinya sendiri, bahkan dokter lebih banyak menyarankan pasien dirujuk keluar, yakni, Tanjungpinang maupun Batam.
Seperti yang dialami Ibu mertua Said Zainal Arifin, warga saat dirawat di RSUD. Saat itu, ibu mertuanya sakit kepala hingga menyebabkan pitam. Sesuai dengan golongan yang tertera di BPJS, seharusnya ibu mertuanya mendapatkan pelayanan kelas I, namun oleh RSUD Dabo, malah ditempatkan di kelas III.
“Seharusnya ibu mertua saya dirawat diruang VIP, dengan pelayanan kelas I. Namun, dengan alasan kamar belum steril, petugas rumah sakit tidak memberikan kamar perawatan kelas VIP,” ucap Said Zainal Arifin, Sijori Kepri, Minggu, (08/05/2016).
Bukan itu saja, kata Pinal, sapaan akrab Said Zainal Arifin, saat dilakukan perawatan, dokter malah menyarankan agar pasien dirujuk ke rumah sakit luar daerah. Hal ini dikarenakan berbagai keterbatasan yang dimiliki oleh RSUD Dabo.
“Menurut dokter yang merawat di RSUD Dabo, tidak memiliki dokter spesialis penyakit dalam yang dibutuhkan pasien,” terangnya.
Penyakit pusing dikepala yang alami mertuanya, lanjut Pinal, bukanlah penyakit berat yang harus dirujuk ke rumah sakit luar daerah. Kalau penyakit begini saja harus dirujuk ke luar daerah, tentu akan memberatkan keluarga pasien.
“Kalau penyakit begini harus dirujuk, bisa saja. Nantinya warga yang terserang flu pun harus dirujuk ke luar daerah,” ungkapnya.
Pinal juga mengatakan, Terbatasnya ketersediaan obat dan kurangnya fasilitas yang dimiliki RSUD Dabo, membuatnya harus membeli jarum untuk infus ke apotik di luar rumah sakit,
“Hanya jarum infus, rumah sakit ini sudah tidak ada stok,” ujarnya.
Kedepannya dirinya berharap Pemkab Lingga, memperioritaskan pembenahan pelayanan kesehatan di RSUD Dabo, sesuai dengan visi misi pasangan H. Alias Wello dan M Nizar saat berkampanye.
“Kita harap Pemkab Lingga segera membenahi persoalan kesehatan di Lingga,” harapnya. (SK-Pus)








