GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Nurdin Minta “HARGA AIR PRODUKSI SWRO” di Evaluasi

×

Nurdin Minta “HARGA AIR PRODUKSI SWRO” di Evaluasi

Sebarkan artikel ini
Pertemuan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, dengan Direktur Air Cipta Karya Kementerian PU. (Foto : Humpro Kepri)

 

TANJUNGPINANG (SK) — Gubernur Kepri, Dr. H. Nurdin Basirun. S.Sos, M.Si, belum mau terima penyerahan fasilitas aset Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau pengelohan air laut menjadi air siap konsumsi, yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dengan anggaran APBN 2014-2015.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Alasan belum diterima, karena harga air yang telah ditetapkan Pemerintah, masih terlalu mahal. Sehingga, akan memberatkan masyarakat,” kata Nurdin Basirun, usai pertemuan dengan Direktur Air Cipta Karya Kementerian PU, di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis, (03/11/2016).

Sebelum diserahkan, tutur Nurdin, akan dilihat dulu aspek ekonomi jangka panjangnya. Setelah dihitung-hitung, produksi air yang dihasilkan SWRO ini jauh lebih tinggi, dari yang saat ini dijual PDAM Tirta Kepri.

Harga air yang diproduksi SWRO per meter kubiknya Rp 19,500, sedangkan air diproduksi PDAM hanya untuk tarif dasar untuk rumah tangga hanya Rp 2,600, tentunya hal ini akan ditentang masyarakat.

“Saya akan meminta dievaluasi lagi harga air ini, minimal bisa mendekati harga PDAM saat ini. Sebab, apabila dipaksakan dan diturunkan harganya, maka Pemerintah akan mensubsidinya, dan ini sampai kapan. Jelas akan menjadi beban Pemerintah,” ujar Nurdin.

Memang, SWRO dalam mengolah air laut menjadi air tawar dan siap konsumsi, memakai teknologi yang memakan biaya produksinya mahal. Namun, itu tadi karena harganya tinggi, pasti masyarakat akan menolaknya.

“Kita minta untuk dievaluasi kembali, jangan sampai nantinya berpolemik ditengah masyarakat,” tukasnya.

Sementara itu, Direktur Air Cipta Karya Kementerian PU, Muhammad Nasir, mengharapkan agar SWRO ini dilakukan serah terima terlebih dulu. Karena, pelaksanaannya telah selesai sejak awal tahun. Sehingga bisa dioperasikan, dan bisa membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Untuk permasalahan harga air yang dinilai masih mahal, nantinya sambil jalan akan dilakukan pembahasan, dan dilakukan evaluasi kembali,” ucap Nasir.

Sebab, tutur Nasir, nantinya dalam pembahasan dan evaluasi akan memakan waktu lama. Sangat disayangkan, bila proyek ini tidak digunakan. (SK-DY/R)

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100