TANJUNGPINANG (SK) — Dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-71 dan peringatan Hari Guru Nasional (HGN), lebih 1000 guru dari seluruh Provinsi Kepri mengikuti kegiatan seminar pendidikan dan konferensi kerja II PGRI, dengan tema Membangkitkan Kesadaran Kolektif Guru Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan, yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, di CK Hotel, Tanjungpinang, Senin, (21/11/2016).
Dalam sambutannya, Nurdin, mengawalinya dengan mengajak para guru agar senantiasa menjaga konektifitas hati. Disamping itu guru juga harus senantiasa memancarkan wajah ikhlas, seperti yg dipancarkan wajah para guru di zaman dulu.
“Semoga judul seminar ini benar-benar bisa menyadarkan para guru, bahwa dalam meningkatkan mutu pendidikan itu perlu kerja keras. Tidak hanya sebatas teori tapi juga perlu aplikasi dan kadang harus berbenturan dengan orang tua murid dan sebagainya. Intinya, tetaplah ikhlas dalam mengajar, selalu pancarkan wajah ikhlas seperti yang dipancarkan guru-guru pada zaman dulu,” kata Nurdin.
Nurdin melanjutkan, para guru juga agar bekerja dengan hanya mengharap ridha dari Allah. Karena apapun pekerjaan yang dilakukan, termasuk guru, adalah bagian dari ibadah.
Tidak hanya memberikan arahan untuk para guru, Nurdin, juga mengingatkan para pelajar juga agar ikhlas dididik dan diajar oleh para guru. Marah guru itu marah ikhlas, bukan marah benci atau marah dendam.
“Makanya selalu saya sampaikan, jagalah konektifitas hati. Guru ikhlas mengajar, murid ikhlas belajar. Sehingga ilmu bisa terserap dengan benar dan terciptalah generasi cerdas dan pintar,” ujar Nurdin.
Sementara itu, Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, dalam sambutannya mengatakan, bicara pendidikan, adalah bicara manusianya. Dan ada tujuh tugas guru yang amat dominan, yakni mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi.
“Baik guru maupun murid, harus menyadari benar akan hal itu. Sehingga bisa tercipta saling memahami ketika guru sedang menjalankan ketujuh fungsi itu,” kata Lis.
Disamping itu, Lis Darmansyah, juga mengatakan, bahwa meskipun Menpan tidak akan membuka lowongan CPNS secara umum, namun akan ada pengecualian bagi paramedis dan non paramedis serta penerimaan tenaga pengajar/guru.
Diwaktu yang sama, Ketua PGRI Kepri, Huzaifah Dadang AG, M.Si, dalam laporannya menyampaikan, jika peran guru dalam sejarah bangsa memiliki peran yang besar. Dedikasi dan tekat serta semangat para guru perlu dipupuk.
Guru harus menjaga kebersamaan dan menghindari perpecahan, serta tidak terpengaruh dengan isu-isu yang berkembang. karena, guru harus mampu menjadi suri tauladan bagi anak-anak peserta didiknya.
Selaku ketua PGRI Kepri, Dadang, menyampaikan beberapa poin penting yang merupakan aspirasi kolektif para guru. Poin-poin tersebut meliputi, memperjuangkan agar tunjangan guru dibayarkan bersamaan dengan gaji, uji kompetensi guru tidak dilakukan setiap tahun, karena hanya bersifat untuk pemetaan saja.
Selanjutnya, tambah Dadang, para guru juga menggesa agar UU guru yang saat ini sedang diproses segera disahkan. Sehingga, para guru memiliki tameng dalam bertugas. Mengingat selama ini guru jadi takut karena selalu dibenturkan dengan UU perlindungan anak. Dan terakhir akan memperjuangkan agar guru swasta bisa mendapatkan hak yang sama dengan guru non swasta.
“Tujuan kami sampaikan ini, agar para guru lebih sejahtera serta nyaman dalam menjalankan profesinya,” kata Dadang. (SK-DY/R)













