LINGGA (SK) — Debi (20), seorang ibu rumah tangga, penderita klep jantung bocor, harus gagal dirujuk ke Batam. Karena, warga Kampung Gelam, Kelurahan Daik, Kecamatan Lingga ini, tidak memiliki biaya transportasi dan akomodasi yang cukup untuk membawa dirinya.
Juniarti (41), orang tua Debi, menuturkan, sakit yang diderita anaknya itu, baru diketahui setelah anaknya melahirkan sekitar 7 bulan lalu. Setelah persalinan dan dibawa pulang ke rumah, badan Debi bengkak-bengkak, bahkan Debi susah untuk tidur.
“Debi masih bisa berjalan, namun kondisinya sangat lemah. Setelah di ronsen oleh dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daik Lingga, ternyata Debi mengalami klep jantungnya bocor, dan harus dirujuk ke rumah sakit Tanjungpinang,” ungkapnya, kepada awak media, Senin, (28/11/2016).
Sakit Debi diketahui bulan Juli kemarin, kata Juniarti, pernah berobat, Di RSUD Daik dan rujuk RSUP di Tanjung Pinang dan Batam di RS Embung Fatimah. Untuk pengobatan anaknya tersebut, ia memiliki kartu BPJS dan Kartu Indonesia Sehat (KIS), serta obat-obat dan ditanggung semua oleh Rumah Sakit.
Katanya lagi, saat ini, untuk kesehatan Debi, dokter jantung menyarankan agar Debi segera dirujuk ke rumah sakit Batam atau Jakarta, bahkan dokter jantung menyarankan lebih cepat lebih baik.
“Saran dokter, hari ini harus segera dirujuk ke Batam, namun tidak jadi karena tidak ada biaya,” terangnya.
Saya berharap, lanjut Juniarti, ada yang berbaik hati untuk membantu ongkos berobat dan transportasi. Kemarin belum boleh pulang, namun Debi tak betah di rumah sakit. Meski hari ini disarankan agar dirujuk ke Batam, namun kami tidak memiliki biaya untuk transportasi dan makan selama disana.
“Saat ini, anak Debi yang baru lahir 7 bulan, tidak lagi menyusu dengannya, karena tidak diperbolehkan dokter akibat sakit yang dideritanya,” unggahnya. (SK-Pus)







