GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

RAMON DAMORA : Serendah-Rendahnya Hoax “ADALAH PENCITRAAN”

×

RAMON DAMORA : Serendah-Rendahnya Hoax “ADALAH PENCITRAAN”

Sebarkan artikel ini
Ketua PWI Kepri, Ramon Damora. (Foto : Munsyi Bagus Utama/Untung)

TANJUNGPINANG (SK) — Ketua PWI Kepri, Ramon Damora, mengatakan bahwa “HOAX” bisa dari masyarakat, bisa juga dari pejabat, penguasa atau pemerintah. Ramon memberi gambaran, jangankan pencitraan di media sosial (medsos), seorang wanita yang memakai pakaian seksi dan “BERHIAS” dengan make up tebal, supaya kelihatan cantik dan menarik, sebenarnya Ia telah melakukan hoax, yaitu menutupi kekurangan yang ada pada dirinya. Oleh sebab itu, katanya pilihlah wanita yang berjilbab.

Begitu juga dengan penguasa, punya potensi melakukan HOAX, dengan berhiaskan pencitraan, dengan menggunakan media.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Serendah rendahnya hoax adalah pencitraan,” kata Ramon, usai menjadi nara sumber di “Seminar Peran Pers dan Citizen Jurnalis Sebagai Peredam dan Pengurai Potensi Konflik Ditengah Masyarakat” yang di selenggarakan di Asrama Haji, Jalan Pemuda Tanjungpinang, Kamis, (23/02/2017).

Namun, lanjut Ramon, kelebihan penguasa itu memiliki sarana lebih lengkap, dibandingkan masyarakat biasa. Jadi potensi bisa lebih besar dibanding masayarakat biasa.

Sebelumnya saat seminar masih berlangsung, selain Ramon Damora, Kepala Kebangpol Pemprov Kepri, Syafri Syalisman yang juga menjadi nara sumber mengangkat masalah buku yang berjudul “Jokowi Undercaver” yang lagi hangat di Medsos, yang diduga sebagai hoax, sehingga Presiden melarang rakyat membaca buku Jokowi Undercover, karena kata presiden buku itu tidak ilmiah.

Dalam hal ini, Ramon berbeda pandangan dengan Syafri Syalisman, dan mengatakan bahwa buku itu karya intelektual, yang harus di balas dengan buku juga.

“Jadi hemat saya, buku tetep harus di balas buku. Buku itu karya intelektual, tidak boleh dilarang, tidak boleh dibakar, tidak boleh dihentikan. Ketika Presiden terlalu berlebih-lebihan terhadap buku Jokowi Under Caver, maka yang hoax itu sebenarnya adalah Pak Jokowi. Itu pendapat saya pribadi,” bebernya dihadapan peserta seminar.

Usai seminar, Sijori Kepri ingin penjelasan lebih detil alasan Ramon yang kurang setuju jika buku Jokowi Undercaver dikatakan tidak ilmiah. Menanggapi pertanyaan ini, Ramon mengatakan bahwa buku itu harus diuji dulu oleh publik/akademisi.

“Dari mana presiden tahu itu tidak ilmiah? Apa sudah diuji oleh publik?,” kata Ramon lewat WhatsApp-nya. (SK-MU)

 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100