GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Disperindag Kepri Gelar FGD “IMPLEMENTASI MEA”

×

Disperindag Kepri Gelar FGD “IMPLEMENTASI MEA”

Sebarkan artikel ini
Kadisperindag Kepri Burhanuddin dan Peserta FGD Implementasi MEA Tahun 2017. (Foto : Istimewa)

SIJORIKEPRI.COM, BATAM — Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepri menggelar Fokus Group Discussion (FGD) Implementasi MEA, dengan Thema “Meningkatkan Kineja Ekspor Melalui Pemanfaatan MEA”. Kegiatan tersesebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Provinsi Kepri, H Burhanuddin ST M.Si, di Hotel Novotel – Batam, Kamis, (09/03/2017).

Dalam sambutannya, Kadisperindag Kepri, Burhanuddin, mengatakan, bahwa tidak terasa di tahu 2017 ini, pelaksanaan kerjasama Ekonomi Regional Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah berjalan satu tahun, yang tergabung dalam sepuluh Negara ASEAN, guna membentuk pasar bebas regional bersama yang berbasis produksi.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Melalui realisasi MEA ini, diharapkan pasar bebas regional akan lebih dinamis dan berdaya saing, dengan mekanisme dan langkah-langkah baru guna memperkuat pelaksanaan inisiatif-inisiatif ekonomi yang telah ada, mempercepat integrasi kawasan pada sektor-sektor prioritas, memfasilitasi pergerakan para pelaku usaha, tenaga kerja terampil dan berbakat, investasi dan modal, serta memperkuat mekanisme kelembagaan di sepuluh Negara-negara ASEAN,” kata Burhanuddin.

Burhanuddin, juga menjelaskan, Kerjasama MEA ini terdiri dari empat elemen inti, yaitu Arus Barang Yang Bebas, Arus Jasa Yang Bebas, Arus Investasi Yang Bebas, Arus Tenaga Kerja Trampil yang Bebas, terwujudnya kawasan ekonomi yang stabil, makmur dan berdaya saing, merupakan tujuan dari integritas MEA itu sendiri.

“Namun demikian, fakta membuktikan bahwa, dalam suatu kerjasama regional ekonomi beberapa Negara, disamping saling melengkapi dan membantu diantara Negara-Negara tersebut, pada akhirnya tetap akan ada persaingan dalam kerjasama ekonomi regional. Dimana, salah satunya akan menjadi Leader dan penentu kebijakan kerjasama ekonomi regional pada sepuluh Negara ASEAN ini nanti,” imbuhnya.

Burhanuddin menambahkan, bahwa masyarakat Provinsi Kepri, yang wilayah geografisnya berada pada jalur perdagangan Internasional di kawasan Asia dan berbatasan langsung dengan Negara tetangga ASEAN, merupakan masyarakat yang merasakan langsung dampak dari diberlakukannya MEA ini. Baik itu yang bersifat tantangan, maupun peluang, yang dapat diambil manfaat poisitifnya dari pelaksanaan MEA ini.

“Peluang–peluang pelaksanaan MEA ini, bisa didapat dari beberapa sektor inti kerjasama ekonomi ASEAN ini, yaitu melalui pengembangan sektor perdagangan barang, penyediaan berbagai jenis jasa, arus investasi yang mudah, serta arus tenaga kerja trampil diantara Negara-Negara ASEAN,” tambahnya.

Sebagai masyarakat yang berada diperbatasan langsung Negara ASEAN, menurut Burhanuddin, seharusnya bisa menundukkan tantangan dan merebut peluang Penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN ini, dengan memanfaatkan potensi goegrafis dan kearifan budaya di Provinsi Kepri.

“Pesan saya kepada seluruh peserta FGD, agar dapat memanfaatkan sebaik-baiknya Forum FGD ini, untuk memperoleh informasi yang jelas berkenaan dengan pelakasanaan MEA, sehingga kita siap dan sukses mengimplementasikanya dan menjadi Negara Leader, penentu kebijakan Kerjasama Ekonomi ASEAN ini nanti,” harapnya.

Sebelumnya, Kabid Pengembangan Perdagangan Luar Negeri (PDN) Kepri, Putu Wirasata SE ME, menyampaikan, bahwa tujuan kegiatan FGD Implementasi MEA ini adalah untuk mengetahui Implementasi MEA bagi Provinsi Kepri, serta permasalahan dan langkah-langkah strategis guna mendorong percepatan perdagangan Provinsi Kepri.

“Dengan demikian, diharapkan hasil FGD Implementasi MEA bagi Provinsi Kepri, dapat mengambil manfaat yang sebesar-besarnya, terhadap penerapan MEA, guna mendorong peningkatan perekonomian Daerah Provinsi Kepri pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya,” ujarnya.

Peserta FGD Implementasi MEA Tahun 2017 itu, diikuti peserta terdiri dari Instansi Terkait, diantaranya Disperindag Kabupaten/Kota Se Provinsi Kepri, BP Batam, Balai Karantina Kelas I Batam, Kadin Provinsi Kepri dan Pengusaha/Stakeholder.

Sedangkan sebagai yang hadir sebagai narasumber antara lain, dari Direktorat Perundingan ASEAN Kasubdit Fasilitasi Perdagangan Barang ASEAN, Mila K. Bishry, dan dari Direktorat Perundingan ASEAN Kasi Umum Provinsi Kepri, Marthen Tandi Rura ST. (SK-RM)

 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100