TANJUNGPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) tetap melaksanakan perbaikan jalan di Kota Tanjungpinang meski anggaran daerah terbatas. Sedikitnya delapan titik jalan di ibu kota provinsi kini tengah dikerjakan dengan nilai kontrak sebesar Rp3,293 miliar.
“Alhamdulillah perbaikan jalan berkala ini masih bisa dilaksanakan meski di tengah keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi,” kata Kepala Dinas PUPP Kepri, Rodi Yantari, Kamis (4/9/2025).
Salah satu fokus perbaikan adalah Jalan Nusantara KM 13 Tanjungpinang–Kijang. Pekerjaan dimulai sejak 2 September 2025 berupa perbaikan jalan rusak berat dan pelapisan sepanjang 400 meter di dua sisi ruas jalan.
“Pekerjaan dilaksanakan secara maraton sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh warga,” ujar Rodi.
Selain perbaikan badan jalan, PUPP Kepri juga melakukan pekerjaan tambahan berupa perbaikan gorong-gorong (box culvert) untuk mengatasi banjir.
Adapun delapan titik yang tengah dikerjakan di Kota Tanjungpinang meliputi:
- Jalan Brigjen Katamso (Batu 2 Depan MOS) – penggantian gorong-gorong ambruk dengan box culvert pracetak 1×1 meter.
- Jalan MT Haryono (Batu 3 Depan Polsek Bukit Bestari) – pengaspalan.
- Jalan Gatot Subroto (Batu 5 Depan RM Pondok Ciung) – pengaspalan.
- Jalan RE Martadinata (akses ke Pelabuhan Batu 6) – pengaspalan.
- Jalan DI Panjaitan (Batu 9 Depan KFC) – pengaspalan.
- Jalan Tanjung Uban Lama (Batu 10 Depan SPBU menuju Kedai Kopi Batu 10) – pengaspalan.
- Jalan Nusantara – Batas Kota Km 15 (Batu 13 Depan Bandara Asri) – pengaspalan dan pemasangan bronjong pada longsoran box culvert.
- Jalan Daeng Kamboja (Batu 14 menuju Pengadilan Negeri) – peninggian badan jalan dengan box culvert 1×1 meter.
Rodi menegaskan, seluruh proyek ini merupakan bagian dari komitmen Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, untuk menghadirkan infrastruktur jalan yang nyaman dan aman bagi masyarakat.
“Perbaikan jalan ini diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas dan mobilitas warga, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Tanjungpinang,” tutup Rodi. ***














