NATUNA (SK) — Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Natuna, melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) akan memperhatikan pendidikan. Salah satunya memperhatikan transportasi siswa. Demikian hal ini disampaikan Kepala Dinas Dikpora, Marka DJ, dikantornya, Senin, (13/02/2017).
“Dari dulu sampai sekarang sudah ada bus sekolah, cuma sekarang ini bagaimana kita merawat bus tersebut agar tidak rusak,” kata Marka.
Dijelaskan Marka, dari 6 bus sekolah hanya 4 yang beroperasi, sedangkan 2 bus masih dalam tahap perbaikan.
“Untuk sekarang kita hanya ada 6 unit bus sekolah dan 2 unit masih dalam perbaikan mesin, sengaja 2 unit tersebut belum kita optimalkan, karena jika kita paksakan akan berbahaya,” jelas Marka.
Kata Marka, perhatian pendidikan tidak hanya dilakukan pada tanah Bunguran saja, tetapi di daerah pulau juga diberikan tranportasi penyeberangan untuk siswa.
“Setiap pulau juga kita berikan transportasi penyeberangan berupa pompong. Misalnya, daerah Kerdau, Pulau Panjang dan Pulau Tiga. Kita sediakan pompong untuk siswa,” ungkapnya.
Melihat kondisi bus sekolah yang sangat memprihatinkan, Marka DJ mengatakan pada tahun 2018 akan menggantikan dengan bus yang baru.
“Saya melihat bus sekolah yang ada sekarang ini sudah tidak layak lagi untuk digunakan, karena yang kita takut akan berbahaya pada siswa kita. Maka tahun depan kita akan coba mengajukan untuk menggantikan dengan bus baru,” jelasnya.
“Saya sudah menyampaikan kepada setiap sopir-sopir yang membawa bus sekolah berhati-hati dengan tidak membawa secara ugal-ugalan,” tuturnya.
Marka berharap, untuk setiap sekolah agar memberikan dispensasi bagi siswa yang terlambat karena menggunakan bus sekolah.
“Bagi siswa yang terlambat datang kesekolah karena menggunakan transportasi laut (pompong) dan darat (bus sekolah), kita juga berharap kepada pihak sekolah agar tidak memberikan hukuman kepada siswa tersebut,” tutupnya. (SK-Nard)








