banner 740x400

banner 740x400

Orang Tua Pasrah, Siswa Yang Dikeluarkan Belum Masuk Sekolah

Orang Tua Pasrah, Siswa Yang Dikeluarkan Belum Masuk Sekolah
SMA Negeri 4 Tanjungpinang tampak dari samping. (Foto : Ist)


Orang Tua Pasrah, Siswa Yang Dikeluarkan Belum Masuk Sekolah

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Pro kontra pasca tiga siswa Kelas 10 IPA2, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Tanjungpinang, dikeluarkan dari sekolah, terus bergulir. Khusus yang kontra, tatkala mendengar penjelasan Kepala Sekolah SMAN 4, H Darson, menyimpulkan bahwa tiga siswa ini bukan dikeluarkan, melainkan dipindahkan ke sekolah lain.

Yang lebih membuat orang tua geram, ketika Darson meminta menyebutkan siapa orang di internal SMAN 4 yang telah menyebutkan telah mengeluarkan tiga siswa tersebut.

Mendengar penjelasan ini, salah satu orang tua siswa, enggan namanya dipublikasikan, secara tegas menyimpulkan pernyataan kepala sekolah SMAN 4 hanya terkesan mencari pembenaran saja.

”Kalau dipindahkan, berarti orang tua tidak disibukkan lagi mencari sekolah baru. Nyatanya, kami mencari. Bahkan, hingga kini, anak saya belum tahu dimana akan melanjutkan sekolah karena belum ada yang bersedia menampung,” sesalnya.

Diakui, Kepala sekolah tidak pernah menyampaikan tiga siswa ini telah dikeluarkan. Namun, guru kelas 10 IPA2, pernah berkata pada orang tua, agar ia cari sekolah lain. Artinya, dapat dipahami anaknya tidak boleh sekolah di SMAN 4 lagi.

”Guru kelasnya bilang, cari sekolah dulu, baru surat pindah diberikan. Kalau kami disuruh cari sekolah lain, artinya anak kami dikeluarkan. Makanya, saya simpulkan kepala sekolahnya hanya mencari pembenaran saja,” kata orang tua siswa ini.

Terkait kebijakan sekolah yang ia nilai cenderung merugikan anaknya, ia hanya hanya bisa pasrah. Saat ini, ia hanya fokus mencarikan sekolah baru buat anaknya. Mencari uang untuk biaya pendaftaran di sekolah yang ingin dituju.

”Biarlah ini menjadi pengalaman pahit buat kami, para orang tua yang anaknya dikeluarkan dari SMAN 4. Semoga ada balasan buat mereka yang telah memperlakukan berlebihan buat anak kami. Tentunya, mereka juga punya keluarga, yang sewaktu-waktu bisa mengalami apa yang kami alami saat ini,” katanya.

Terpisah, Raja Faisal, Kepala Bidang Pembinaan SMA, Dinas Pendidikan Kepri, mengaku telah minta keterangan Kepala Sekolah SMAN 4 Tanjungpinang. Ia mengaku diutus Kepala Dinas Pendidikan Kepri M Dali untuk mencari tahu penyebab tiga siswa ini dikeluarkan.

Selain minta keterangan kepala sekolah, Raja Faisal juga telah bertemu dengan orang tua dan siswa yang dikeluarkan tersebut.

”Saya akui, ada perbedaan penjelasan dari kepala sekolah dan orang tua berikut siswa yang katanya dikeluarkan. Saya belum bisa menarik kesimpulan mana yang keliru dan mana yang benar, karena masing-masing ada benarnya,” kata Faisal.

Fokus dirinya, bagaimana anak yang dikeluarkan bisa masuk sekolah. Kepada orang tua, Faisal berujar ia siap membantu jika siswa ini tidak bisa masuk sekolah.

”Tolong khabari saya jika anak yang dikeluarkan ini belum dapat sekolah. Karena, sekolah merupakan hak yang harus diperoleh seorang anak. Saya yakin, mereka akan dapat sekolah karena masih banyak yang kekurang siswa,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Sekolah SMAN 4 Tanjungpinang, H Darson, mengatakan, jangan salah bahasa menafsirkan keputusan ini.

“Mohon maaf, bang. Jangan salah bahasa, bukan dikeluarkan, dipindahkan. Artinya, mereka tetap sekolah tapi di sekolah lain. Trimakasih,” kata Darson, melalui whatApp-nya.

Ditanya apa dasar sekolah mengeluarkan tiga siswa kelas 10 jurusan IPA2 ini, Darson, enggan menjawabnya. Bahkan, orang nomor satu di SMAN 4 Tanjungpinang tersebut langsung memblokir nomor wartawan SijoriKepri.Com. (tim)

BACA JUGA :

Click to rate this post!

[Total: 1 Average: 5]

Tags:
banner 740x400

banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

banner 728x90

 

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan