GESER UNTUK BACA BERITA
BERITA TERKINI

Penanganan Banjir Tak Kunjung Selesai

×

Penanganan Banjir Tak Kunjung Selesai

Sebarkan artikel ini

Tajuk

Penanganan Banjir Tak Kunjung Selesai


Penanganan titik banjir di ibukota Provinsi Kepri, Tanjungpinang, masih menjadi perhatian serius. Kendati, 80 titik dari 120 titik berhasil ditangani, tetap saja 40 titik yang belum tertangani menjadi persoalan.

Pasalnya, 40 titik ini, didiminasi terjadi di jalan protokol yang dikelola Pemerintah Provinsi Kepri. Tahun 2018 ini, Pemerintah Provinsi Kepri telah menganggarkan lebih dari Rp250 miliar untuk perbaikan jalan yang digenangi air.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Sayang, memasuki awal Mei 2018, Dinas Pekerjaan Umum sebagai leading sector penanganan titik banjir di ruas jalan kota Tanjungpinang, belum juga menyiapkan rencana program penanganan.

Tentu, hal ini menjadi sorotan negatif pengguna jalan mau pun warga ibukota Tanjungpinang. Akankah rencana perbaikan akan menjadi penantian tidak berkesudahan dialami warga, atau rencana hanya sebatas angin segar saja.

Beberapa pihak telah mencoba mengingatkan, tapi realisasi penanganan tetap saja belum dilakukan. Akhirnya, setiap hujan deras mengguyur Kota berjuluk Gurindam, genangan air menghiasi di titik yang disebutkan tadi.

Sensasional pertarungan dua kontestan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang juga tak kalah seru. Seperti aneka kembang api yang dilesatkan ke udara saat penyambutan pergantian tahun, riaknya selalu saja menggelitik. Padahal, jika diitung dengan jari, H Pilwako yang digelar pertengahan Juni tahun 2018 ini, hanya menyisakan sekitar 1.5 bulan lagi.

Pilwako akan menjadi nadir di tahun 2018. Rakyat sebagai pemegang tongkat ajaib penentu nasib kota akan ditantang menentukan siapa yang pantas dan layak dipilih. Siapa kah dia? 2018 akan menjawabnya, iya atau tidak, setuju atau tidak mesin waktu telah menetapkan siapa yang akan menjadi pilihan rakyat nantinya, pasti tak akan bisa ditolak oleh waktu.

Kemudi nahkoda kota ini berada diujung jari para pemilih, Pemilih yang dewasa, cerdas dan sehatlah yang bisa menentukan kemana regalia demokrasi ditujukan. Semakin hari demokrasi di negeri ini semakin mendewasakan pemilih, jika ingin kata hati dilakukan maka perlu kacamata yang jernih dan jeli buat meneliti pilihan yang tepat serta benar. Bukanlah, sebuah keniscayaan pemimpin baru akan muncul dengan hati yang baru.

Perburuan dukungan dari kalangan partai politik sipemilik pesta demokrasi tentu bersiap siaga untuk menjamu para tetamu dan kandidat yang berlaga. Pertarungan segera dimulai Komisi Pemilihan Umum {KPU} meniupkan terompet tanda pertandingan dimulai.

Masyarakat yang ikut berpesta diingatkan jangan terkesima dengan rayuan dan janji politik kandidat atau tim pemenang, perlulah melihat lebih jauh manfaat yang lebih besar. Akan kah, pesta demokrasi ini dimiliki rakyat ?

Atau hanya mendatangkan penyesalan, keluhan dan ketidak adilan sehingga yang terpinggirkan kurang dipikirkan, semua ini akan dijawab oleh waktu. Waktu yang terus berjalan, waktu yang tak bisa ditahan, waktu yang tak akan pernah mundur, waktu yang memegang kendali, waktu yang tak akan kena sangsi dan waktu yang mengingatkan kita akan kesalahan.

Penyesalan memang akhir dari putaran waktu. So, kita hanya bisa mengajak, jangan menyalahkan waktu jika ingin memperbaiki kesalahan lalu, renungkan dan pikirkan dengan matang. Untuk Pilwako siapkan saja Kartu Tanda Penduduk Elektronik alias e-KTP serta duduklah sejenak untuk merenungkan pilihan yang tepat, pemimpin yang tepat di tengah berjalannya waktu. Semua hanya dengan waktu dan jangan terlena lama oleh waktu. ***

 

Rusmadi (Pimpinan Umum)

 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100