GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Ramon Damora Rencanakan Bedah Buku “BENANG BEKAS SUNGAI”

×

Ramon Damora Rencanakan Bedah Buku “BENANG BEKAS SUNGAI”

Sebarkan artikel ini
Ramon Damora, diacara Bedah Buku Prasasti Bukit Siguntang dan Badai Politik di Kemaharajaan Melayu, Karya Rida K Liamsi, 2016 lalu. (Foto : Dokumentasi/Munsyi Bagus Utama)
– Salah Satu Karya Terbaik Penyair Kepri.

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Salah satu penyair terbaik Kepri, Ramon Damora, berencana akan melakukan Bedah Buku “Benang Bekas Sungai”, yang baru-baru ini menjadi nominasi 16 besar Indonesia yang diseremonikan pada Malam Anugerah Hari Puisi Indonesia, di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, (04/10/2017) yang lalu.

Hal ini sudah biasa dilakukan oleh para penyair dan budayawan, seperti yang juga pernah dilakukan senior Ramon Damora, Budayawan Melayu, Rida K Liamsi, yang melakukan bedah buku semi-sejarah “Prasasti Bukit Siguntang dan Badai Politik di Kemaharajaan Melayu” 1160-1946, di Hotel CK Tanjungpinang, Jumat (28/10/2016), tahun lalu.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Bedah buku sedang diprogram agendanya. Saya mau bawa “Benang Bekas Sungai” Road Show keliling Indonesia, ke kantong-kantong sastra tanah air. InsyaAllah tanggal 07 November saya mulai di Pekanbaru,” ungkapnya, melalui WhatsApp,Jumat, (13/10/2017).

Ramon, yang juga Ketua PWI Kepri itu mengatakan, “Benang Bekas Sungai” dipilihnya sebagai judul, karena sejumlah alasan estetik. Diantaranya, ada banyak judul puisi dalam buku itu, Ia memilih idiom-idiom kain. Misalnya ada judul Teluk Belanga, Sajadah, Batik, Kain Kafan, dan sebagainya.

Katanya benang adalah inti dari kain, yang merajut, yang menyulam, yang menjahit, dan sebagainya. Benang itu diandaikannya secara metafora yang menjahit berbagai tema dalam buku tersebut, seperti tema Tuhan, Sosial, Cinta, Kemanusiaan, dan lain-lain.

Walaupun buku tersebut mendapatkan nominasi 16 besar Nasional, namun Ramon tidak merasa tinggi hati, bahkan merasa belum apa-apa dan harus banyak lagi belajar dari para senior, paling tidak dari pemenang, agar lebih memahami bagimana sebenarnya sebuah buku puisi yang baik.

“Penyair harus sering belajar dan belajar. Menjadi penyair bukan hanya sekedar sambil lalu. Puisi itu disiplin ilmu hidup yang sangat khusus. Saya sudah kemana-mana berpuisi, tapi tetap merasa belum apa-apa,” pungkasnya. (SK-MU)

BACA JUGA :
Rida K Liamsi Luncurkan “KARYA BARUNYA”
http://sijorikepri.com/rida-k-liamsi-luncurkan-karya-barunya/

 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100