SIJORIKEPRI.COM, SINGKEP BARAT — Bangunan yang rencananya untuk Sekolah Dasar (SD) di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat, yang dibangun pada tahun 2014 lalu, hingga saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Mantan Kepala Sekolah SD Negeri 03, Desa Sungai Buluh, Muchtasar, mengatakan, saat akan dilakukan pembangunan sekolah itu, pihak desa juga tidak diberi tahu. Mereka yang menentukan tempat, ada lahan mereka bangun. Pihak desa dan masyarakat hanya mengetahui sekolah tersebut di bangun menggunakan dana Provinsi Kepri.
Memang, jelas Muchtasar, dari Dinas telah memberi izin sekolah itu digunakan.
“Saat itu, saat saya masih menjadi kepala sekolah di SD di Desa Sungai Buluh, namun saya tidak berani menggunakannya, karena sekolah tersebut hingga sekarang ini belum diketahui apakah telah ada penyerahannya atau belum,” ujarnya.
“Sewaktu saya menjadi kepala sekolah, belum ada penyerahannya. Saat itu, jika ada berita acara dari dinas atau dari pihak mana untuk menggunakan sekolah tersebut, tentu saya gunakan, namun tidak ada,” ungkap, Muchtasar, yang saat ini menjabat sebagai pengawas sekolah, Sabtu, (16/09/2017).
Haryati, salah satu RT, di Desa Sungai Buluh, menyampaikan, warga desa menginginkan sekolah itu dapat digunakan, karena bangunannya bagus tapi tidak dimanfaatkan. Warga juga mendapat kabar, kalau sekolah itu akan dibuka, dan masyarakat bersama-sama bergotong royong membersihkan sekolah tersebut, namun sampai saat ini belum juga di buka.
“Keinginan warga sekolah itu dapat dibuka, sehinga warga sekitar dapat sekolah disitu, apakah dibuka untuk kelas jauh atau lainnya,” terangnya.
Dari pantauan dilapangan, sekolah yang dibangun di perkampungan suku terasing dengan dana Provinsi tersebut, bangunan sekolah dengan dua lokal terlihat cukup megah. Untuk mobiler telah ada meja dan kursi, namun untuk mobiler lainnya seperti, papan tulis dan meja kursi guru belum ada. (SK-Pus)








