
TANJUNG PINANG – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengumumkan bahwa realisasi investasi di Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2024 mengalami peningkatan signifikan sebesar 134,5%, dengan total nilai investasi mencapai Rp47,26 triliun.
Pencapaian ini disampaikan Gubernur Ansar dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kepri yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Kepri, Dompak, Tanjung Pinang, pada Senin (10/2/2025).
“Peningkatan investasi ini menunjukkan bahwa Kepulauan Riau semakin menarik bagi para investor, baik dari dalam maupun luar negeri. Ini adalah hasil dari berbagai kebijakan strategis yang telah kita jalankan untuk memperkuat daya saing daerah,” ujar Gubernur Ansar.
Faktor Pendorong Kenaikan Investasi
Menurut Gubernur Ansar, beberapa faktor utama yang mendorong lonjakan investasi di Kepri antara lain:
✅ Keunggulan Geostrategis dan Geoekonomi: Kepri berada di jalur perdagangan internasional, dekat dengan Singapura dan Malaysia.
✅ Kawasan Perdagangan Bebas dan KEK: Adanya Free Trade Zone (FTZ) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjung Pinang memberikan insentif menarik bagi investor.
✅ Dukungan Regulasi: Implementasi kebijakan pemerintah, termasuk penyusunan Ranperda Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi.
✅ Infrastruktur yang Berkembang: Peningkatan fasilitas transportasi, pelabuhan, dan kawasan industri yang menunjang kemudahan investasi.
“Kami terus berupaya menciptakan lingkungan investasi yang kondusif dengan menyederhanakan perizinan, memberikan insentif, serta meningkatkan infrastruktur untuk mendukung kelancaran usaha,” tambah Gubernur Ansar.
Meskipun investasi di Kepri terus meningkat, Gubernur Ansar menekankan pentingnya pemerataan investasi agar tidak hanya terpusat di Batam, Bintan, dan Karimun, tetapi juga merambah ke daerah lain di Kepulauan Riau.
Pemerintah akan mendorong pengembangan sektor industri, pariwisata, dan perikanan di daerah yang memiliki potensi besar tetapi belum tergarap secara optimal.
“Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi ini berdampak luas dan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Kepri, bukan hanya di kota-kota besar,” tegasnya.
Dengan berbagai langkah strategis yang telah diterapkan, Gubernur Ansar optimistis bahwa Kepulauan Riau akan semakin berkembang sebagai salah satu pusat investasi unggulan di Indonesia.
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat kebijakan investasi yang pro-bisnis dan pro-rakyat, sehingga Kepri dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan tren positif ini, diharapkan Kepulauan Riau dapat terus menarik lebih banyak investor dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. ***
















