GESER UNTUK BACA BERITA
TANJUNG PINANG

Dugaan Keracunan Makanan di Karimun dan Batam, Dua Dapur MBG Dihentikan Sementara

×

Dugaan Keracunan Makanan di Karimun dan Batam, Dua Dapur MBG Dihentikan Sementara

Sebarkan artikel ini
Dugaan Keracunan Makanan di Karimun dan Batam, Dua Dapur MBG Dihentikan Sementara
Dugaan Keracunan Makanan di Karimun dan Batam, Dua Dapur MBG Dihentikan Sementara. (Foto : Ist)

TANJUNGPINANG Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menghentikan sementara operasional dua dapur Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) di Kabupaten Karimun dan Kota Batam, menyusul adanya dugaan kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Kepri, Rika Azmi, mengatakan penghentian sementara ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan keamanan pangan sebelum dapur tersebut kembali beroperasi.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Dua dapur MBG kami hentikan sementara hingga hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan dan BPOM keluar. Prinsipnya, makanan yang disalurkan kepada masyarakat harus sehat, aman, dan bergizi,” ujar Rika di Tanjungpinang, Kamis (2/10/2025).

Rika menjelaskan, pihaknya telah memperketat pengawasan terhadap seluruh dapur MBG di tujuh kabupaten/kota. Pemeriksaan dilakukan mulai dari proses penyimpanan bahan pangan, kebersihan dapur, hingga pengemasan makanan.

Pemprov Kepri juga menyalurkan rapid test kit untuk memantau kualitas makanan dan memastikan seluruh pengelola dapur memiliki sertifikat laik higiene dan sanitasi.

“Selain itu, setiap sekolah penerima manfaat wajib menunjuk guru penanggung jawab distribusi dengan insentif harian Rp100 ribu agar proses penyaluran berjalan sesuai standar higienitas,” tambahnya.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan faktor utama dalam keberhasilan program MBG. Ia menilai, kejadian dugaan keracunan harus dijadikan evaluasi menyeluruh bagi seluruh daerah penerima manfaat.

“Presiden Prabowo sudah mengingatkan agar program MBG berjalan berkualitas dan tepat sasaran. Karena itu, saya minta seluruh kepala daerah turun langsung memastikan dapur MBG beroperasi dengan standar kebersihan dan pengawasan ketat,” tegas Ansar.

Gubernur Ansar juga meminta agar kejadian di Batam dan Karimun menjadi pelajaran bersama untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. “Ini program besar yang menyentuh langsung masyarakat, jadi tidak boleh ada kelalaian sedikit pun,” ujarnya.

Meski dua dapur dihentikan sementara, Rika memastikan distribusi makanan MBG tetap berjalan dengan menggandeng dapur terdekat yang telah memenuhi standar. Langkah ini diambil agar tidak ada penerima manfaat yang tertinggal.

“Kami terus memantau di lapangan agar anak-anak tetap mendapatkan makanan bergizi setiap hari. Keselamatan dan kesehatan penerima manfaat adalah prioritas utama,” tutup Rika. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100