TANJUNGPINANG – Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menargetkan aplikasi SIPANGKAS berbasis Tanda Tangan Elektronik (TTE) segera diresmikan oleh Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, setelah melalui tahap uji coba dalam waktu dekat.
Target tersebut disampaikan usai Diskominfo Kepri secara resmi menyerahkan rekomendasi integrasi TTE pada aplikasi SIPANGKAS. Integrasi ini menjadi langkah penting dalam mempercepat proses pencairan anggaran daerah secara paperless, transparan, dan akuntabel.
Kepala BKAD Kepri, Venni Meitaria Detiawati, menjelaskan bahwa aplikasi SIPANGKAS yang dibangun sejak 2023 kini telah diperbarui dengan dukungan TTE untuk memangkas proses manual yang selama ini dilakukan secara bertingkat.
βSelama ini pengajuan berkas SPM ke loket dilakukan secara manual dan bertingkat. Dengan SIPANGKAS, semuanya lebih ringkas, tanpa kertas, dan lebih cepat. Dukungan TTE membuat prosesnya semakin efisien,β ujar Venni.
Ia menegaskan, SIPANGKAS menjadi inovasi pertama BKAD pada tahun 2026, sejalan dengan kebijakan Gubernur Ansar Ahmad yang mewajibkan setiap OPD menghadirkan minimal tiga inovasi pada tahun ini.
Integrasi TTE pada SIPANGKAS dinilai akan meningkatkan kecepatan, ketepatan, serta akurasi data keuangan daerah. Seluruh proses pencairan anggaran terekam secara elektronik dan dapat diawasi secara real-time, sehingga mempermudah proses pemeriksaan.
Kepala Diskominfo Kepri, Hendri Kurniadi, menegaskan bahwa TTE yang digunakan telah tervalidasi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
βTTE ini tidak sembarangan. Sudah tervalidasi oleh BSSN. Ke depan, inovasi ini bisa menjadi contoh bagi provinsi maupun OPD lainnya,β tegasnya.
Setelah penyerahan rekomendasi ini, SIPANGKAS juga akan dibawa ke Pusdatin Kemendagri sebagai laporan penerapan pencairan berbasis TTE. BKAD berharap implementasi awal berjalan lancar sebelum nantinya diresmikan secara resmi oleh Gubernur Ansar Ahmad.
Dengan langkah ini, Pemprov Kepri semakin mempertegas komitmen menuju pemerintahan digital yang efisien, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. ***













