GESER UNTUK BACA BERITA
TANJUNG PINANG

Hubungan Historis Banjar dan Riau-Lingga

×

Hubungan Historis Banjar dan Riau-Lingga

Sebarkan artikel ini
Hubungan Historis Banjar dan Riau-Lingga
Hubungan Historis Banjar dan Riau-Lingga. (Foto : Ky)

TANJUNGPINANG – Hubungan historis antara Banjar, Kalimantan Selatan, dan Kerajaan Riau-Lingga di Kepulauan Riau terjalin erat sejak abad ke-19, terutama melalui peran ulama dalam memperkuat sendi-sendi keislaman dan pemerintahan di Tanah Melayu.

Salah satu tokoh penting yang menjadi penghubung sejarah kedua wilayah tersebut adalah Syekh Khalifah Syihabuddin bin Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Ia merupakan putra dari ulama besar Nusantara, Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Atas permintaan Raja-Raja Riau, Syekh Syihabuddin datang ke Riau dan pada tahun 1842 diangkat sebagai Mufti dan Kadi Kerajaan Riau-Lingga. Jabatan tersebut menempatkannya sebagai otoritas tertinggi dalam urusan keagamaan dan hukum Islam di lingkungan kerajaan.

Kehadiran ulama Banjar di Riau-Lingga tidak hanya memperkuat praktik keagamaan masyarakat, tetapi juga membangun tradisi intelektual Islam yang berpengaruh dalam kehidupan sosial dan pemerintahan. Pulau Penyengat pun berkembang menjadi pusat peradaban Islam dan keilmuan di kawasan Melayu.

Hubungan tersebut mencerminkan kuatnya jaringan ulama Nusantara pada masa itu, di mana pertukaran ilmu, fatwa, dan pemikiran melampaui batas geografis. Banjar dan Riau-Lingga terhubung oleh visi yang sama dalam membangun masyarakat berlandaskan ajaran Islam.

Jejak historis tersebut hingga kini masih dirawat melalui tradisi haul Syekh Syihabuddin yang digelar setiap tahun di Masjid Raya Sultan Riau, Pulau Penyengat.

Kegiatan ini kerap dihadiri tokoh masyarakat dan pejabat dari Kepulauan Riau maupun Kalimantan Selatan sebagai simbol eratnya hubungan kedua daerah.

Hubungan historis Banjar dan Riau-Lingga menjadi bukti bahwa peradaban Melayu dibangun melalui kolaborasi lintas wilayah, terutama oleh peran ulama yang menjadi pilar spiritual sekaligus intelektual masyarakat. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100