TANJUNGPINANG β Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali mencatat prestasi membanggakan dengan masuk dalam lima besar provinsi dengan tingkat moderasi dan toleransi beragama terbaik di Indonesia selama tiga tahun berturut-turut.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi modal sosial yang sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
βKita bersyukur masyarakat Kepri mampu menjaga kerukunan di tengah keberagaman. Ini bukan hanya prestasi, tetapi juga tanggung jawab untuk terus mempertahankannya,β ujar Ansar saat menghadiri perayaan Imlek 2577 Kongzili di Tanjungpinang, Selasa (17/2/2026), malam.
Menurutnya, keberagaman suku, agama, dan budaya di Kepri merupakan kekuatan utama yang harus dirawat dengan semangat moderasi dan toleransi. Dengan jumlah penduduk sekitar 2,18 juta jiwa yang tersebar di ratusan pulau berpenghuni, harmoni sosial menjadi fondasi penting bagi stabilitas daerah.
Ansar menegaskan bahwa kehidupan masyarakat yang rukun dan damai menjadi faktor penunjang dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif serta mempercepat pembangunan ekonomi.
βBerbeda-beda namun tetap satu dalam Bhinneka Tunggal Ika. Inilah jati diri Kepri yang harus terus kita jaga,β tegasnya.
Keberhasilan Kepri mempertahankan posisi sebagai salah satu provinsi paling toleran di Indonesia diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam memperkuat persatuan di tengah kemajemukan bangsa. ***














