GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

10 Tahun Menghilang, Wanita Hilang Ingatan “DITEMUKAN di BINTAN”

×

10 Tahun Menghilang, Wanita Hilang Ingatan “DITEMUKAN di BINTAN”

Sebarkan artikel ini
Sekitar 10 tahun yang lalu, Herlin Ulina Sinaga (30), warga Dabo, Kabupaten Lingga, dinyatakan hilang, akhirnya ditemukan di batu 18 Kijang, Kabupaten Bintan. (Foto : Riswan)

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Malas Baca, Tekan Ini”]

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

10 Tahun Menghilang, Wanita Hilang Ingatan “DITEMUKAN di BINTAN”

SIJORIKEPRI.COM, BINTAN — Sekitar 10 tahun yang lalu, Herlin Ulina Sinaga (30), warga Dabo, Kabupaten Lingga, dinyatakan hilang. Tidak seorang pun yang mengetahui keberadaannya. Ia menghilang usai menamatkan kuliah di salah satu perguruan tinggi di Medan, Sumatera Utara.

Sungguh tidak disangka, setelah berbagai upaya pencarian dilakukan, ternyata wanita mengalami gangguan kejiwaan alias stres ini ditemukan di Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Rabu, (17/10/2018).

Hendra Horas Sinaga, abang kandung korban, mengatakan, saat ini korban telah berada di tengah keluarga di Dabo Singkep. Kondisinya hilang ingatan.

”Selama 10 tahun, kami mencari adik kami. Ternyata ditemukan di Kijang. Kondisinya dalam keadaan stres,” kata Hendra Horas Sinaga, kepada Sijori Kepri, Jumat (19/10/2018).

Awalnya, Herlin Ulina Sinaga tidak mengalami gangguan kejiwaan. Bahkan, saat kuliah program Diploma satu (D-1) di Medan, adiknya sama sekali tidak ada tanda-tanda akan mengalami sakit. Tapi, usai menenamatkan kuliah, ia dan pihak keluarga kaget, karena Herlin menghilang.

”Berbagai upaya telah kita lakukan. Bahkan, telah melaporkan ke polisi atas kehilangan ini. Selama 10 tahun kami mencarinya,” katanya.

Sementara, Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan Sosial Kantor Kecamatan Bintan Timur, Riswan Efendi, mengatakan, ia merupakan salah satu pihak yang pertama memberitahukan keberadaan Herlin kepada pihak keluarga.

”Saya gunakan media sosial untuk memberitahukan keberadaan Herlin. Saya appload di media sosial. Akhirnya, ada pihak keluarga menghubungi. Dan, Herlin akhirnya dijemput keluarga,” katanya.

Sebelum Herlin diketahui keberadaannya, Riswan menambahkan, sempat warga menangkapnya, karena diduga hendak maling ayam. Setelah warga bertanya identitas dan sebagainya, ternyata Herlin dalam kondisi hilang ingatan. Warga pun akhirnya menyerahkan ke Polsek Bintan Timur.

Pihak Polsek akhirnya menyerahkan ke Rumah Singgah Batu 10 Tanjungpinang. Selama 2 tahun Herlin diberikan pembinaan mental.

”Dalam menjalani proses perawatan mental ini, Herlin kabur ke Kijang. Dan akhirnya, warga menangkapnya,” katanya. (CR-01)

 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100