Abdullah, Menjadikan Limbah Kaca Bernilai Ekonomis

oleh

LINGGA (SK) — Limbah merupakan barang sisa yang tidak terpakai lagi, dan sedikit sekali yang dapat memanfaatkan barang limbah ini, kebanyakan barang sisa yang tidak terpakai lagi hanyalah menjadi sampah yang tidak berguna, dibuang atau dibiarkan berserakan, karena tidak tau ingin dibuat apa.

Lain halnya dengan Abdullah (31), warga Kampung Baru, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, limbah akan menjadi sebuah karya seni yang menarik dan bernilai ekonomis, terutama pada limbah kaca, beragam karya seni yang ia (Abdullah-Red) ciptakan seperti, Vas bunga, meja, piala, kapal layar hingga replika Masjid.

“Barang-barang yang saya buat, banyak juga pesanan orang yang belum diambil, untuk harga barang ini kita melihat dari apa yang dipesan, semakin tinggi dan rumit tinggkat kesulitan dan membutuhkan waktu cukup lama tentu harganya pun berbeda, dari patokan harga barang seperti vas bunga berkisar antara Rp 15 ribu hingga Rp 250 ribu melihat dari besar kecil vas bunga tersebut,” ujar Abdulah kepada Sijori Kepri, saat ditemui di workshopnya, Kamis (18/6/2015).

Abdullah mengaku, pemanfaatan limbah kaca ini ia pelajari saat ia di kirim belajar di Bali, memang ia sempat dikirim belajar ke Bali oleh Pemerintah Provinsi dalam pengolahan limbah kaca, pada bulan Desember 2014 yang lalu, ia bersama 10 orang rekan-rekan dari lain Daerah dikirim ke Bali, sedangkan yang mewakili Kabupaten Lingga ia sendiri.

“Setelah pulang dari Bali, baru ia membuat berbagai macam dari limbah kaca sehingga dapat dimanfaatkan kembali, sehingga tidak ada limbah yang terbuang, memang dari Pemkab Lingga sendiri hingga hari ini belum ada memberikan bantuan terhadap usaha yang saya lakoni ini,” Lanjut pria yang telah memiliki 2 orang anak ini.

Saya berharap dengan keahlian yang ada pada saya ini, Pemkab Lingga dapat membantu untuk memajukan dan mengembangkan usaha saya, memang saat ini saya masih kekurangan modal dalam usaha ini, karena untuk membeli kaca dan almunium ini yang sangat diperlukan, karena untuk membuat almari dan meja, kedua barang tersebut sangat dibutuhkan, sisa potongan kaca yang kecil itu lah yang saya jadikan kembali barang-barang yang punya nilai jual ekonomis.

“Bahkan saya berencana, bila telah mempunyai modal akan membeli oven khusus untuk melebur kaca, sehingga betul-betul tidak ada lagi limbah kaca yang terbuang,” ungkapnya.

Selain itu, Pemkab Lingga diharapkan dapat membantu dan memperhatikan, jagan hanya dikirim kemana-mana namun setelah pulang dibiarkan saja.

“Sebenarnya untuk modal pun tidak lah terlalu besar, karena untuk tempat saya telah punya,” imbuhnya. (SK-Pus)

LIPUTAN LINGGA : PUSPADINTO
EDITOR : DEDI YANTO

Abdullah, Menjadikan Limbah Kaca Bernilai Ekonomis (Photo : Puspadinto)
Abdullah, Menjadikan Limbah Kaca Bernilai Ekonomis
(Photo : Puspadinto)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.