TANJUNGPINANG — Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menegaskan pentingnya memperbanyak penyelenggaraan event budaya sebagai strategi efektif untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah. Menurutnya, Kepri memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata budaya dengan kekayaan tradisi dan kemajemukan masyarakatnya.
Hal itu disampaikan Ansar saat menghadiri malam puncak Pagelaran Kemilau Nusantara Kepri 2025 di kawasan Kota Lama Tanjungpinang, Sabtu (27/9/2025). Acara yang digelar di Pelataran Jalan Merdeka tersebut menampilkan parade seni budaya Nusantara, kolaborasi lintas etnik, dan pertunjukan spektakuler yang memadukan unsur tradisi dan modernitas.
“Bulan November nanti, kita akan menggelar Pagelaran Budaya Melayu Internasional. Malam ini selain hiburan masyarakat, juga menjadi uji coba pertunjukan kolosal yang lebih besar. Kepri saat ini masih menjadi destinasi wisata nomor tiga di Indonesia, maka even-even budaya harus terus kita perbanyak,” kata Gubernur Ansar.
Ia menambahkan, berbagai kegiatan budaya bukan hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga bentuk pelestarian nilai-nilai luhur bangsa sekaligus sarana promosi daerah.
“Event budaya dapat memperkuat citra Kepri sebagai destinasi wisata budaya yang berkelas nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Ansar juga menyebutkan bahwa Pemprov Kepri berkomitmen mendukung pengembangan objek wisata unggulan seperti Pulau Penyengat dan revitalisasi kawasan Kota Lama Tanjungpinang agar menjadi ikon wisata sejarah yang menarik.
“Mari kita jaga kondusifitas daerah agar semakin banyak orang datang ke Tanjungpinang,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, mengatakan pihaknya telah menyiapkan delapan event pariwisata hingga akhir tahun ini.
“Kami berharap target 1,7 juta kunjungan wisatawan pada 2025 dapat tercapai dengan dukungan kegiatan budaya seperti ini,” ujarnya.
Malam puncak Kemilau Nusantara Kepri 2025 ditutup dengan penampilan penyanyi populer Ipank yang memukau ribuan penonton dan menghadirkan suasana penuh kebersamaan di pusat Kota Lama Tanjungpinang. ***














