TANJUNGPINANG – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, memastikan Pagelaran Budaya Melayu Internasional siap digelar di Kota Tanjungpinang pada November mendatang. Event berskala besar ini akan menjadi ajang promosi budaya Melayu kepada dunia sekaligus memperkuat posisi Kepri sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan nasional.
Menurut Ansar, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari suksesnya Kemilau Nusantara Kepri 2025 yang digelar di kawasan Kota Lama Tanjungpinang, Sabtu (27/9/2025).
“Bulan November nanti, kita akan menggelar Pagelaran Budaya Melayu Internasional. Malam ini selain hiburan masyarakat, juga menjadi uji coba pertunjukan kolosal yang lebih besar,” ungkapnya, Kamis (16/10/2025).
Ia menjelaskan, pagelaran tersebut akan menampilkan seni, musik, tarian, dan tradisi Melayu dari berbagai daerah, bahkan dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
“Kita ingin menunjukkan bahwa Kepri adalah rumah besar bagi budaya Melayu yang terus hidup dan berkembang,” ujar Ansar Ahmad.
Ansar juga menegaskan, melalui event internasional ini, Pemprov Kepri ingin memperkenalkan potensi wisata dan budaya daerah ke tingkat global.
“Event budaya seperti ini bukan hanya ajang hiburan, tapi juga investasi jangka panjang untuk pariwisata. Kita ingin wisatawan datang, menikmati budaya, lalu kembali lagi ke Kepri,” katanya.
Ia menambahkan, Pemprov Kepri juga tengah mendorong revitalisasi kawasan heritage seperti Pulau Penyengat dan Kota Lama Tanjungpinang agar menjadi magnet wisata baru.
“Kita proyeksikan kawasan ini menjadi mirip seperti Malaka di Malaysia, penuh dengan sejarah, budaya, dan suasana khas Melayu yang menarik wisatawan,” tambahnya.
Pagelaran Budaya Melayu Internasional mendatang akan melibatkan berbagai sanggar seni, komunitas budaya, serta pelaku UMKM.
Pemerintah Provinsi juga menargetkan ribuan pengunjung dari dalam dan luar negeri hadir untuk menikmati ragam budaya Melayu yang akan ditampilkan. ***














