TANJUNGPINANG – Dalam momentum peringatan Hari Jadi ke-23 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menegaskan arah pembangunan daerah yang berorientasi pada peningkatan daya saing dan kesejahteraan masyarakat. Upacara peringatan digelar khidmat di Halaman Gedung Daerah Provinsi Kepri, Tanjungpinang, Rabu (24/9/2025), dan dihadiri lebih dari 550 peserta dari berbagai unsur pemerintahan, pendidikan, dan masyarakat.
Gubernur Ansar dalam amanatnya menegaskan bahwa Kepri harus mampu bertransformasi menjadi daerah yang unggul, modern, dan berkeadilan sosial.
“Kepri harus menjadi provinsi yang tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga tangguh dalam pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakatnya,” ujarnya.
Ansar menyampaikan bahwa arah pembangunan ke depan akan difokuskan pada percepatan konektivitas antarpulau.
Beberapa proyek besar seperti Jembatan Batam–Bintan, pengembangan bandara, serta peningkatan infrastruktur transportasi laut dan digital akan menjadi prioritas strategis Pemprov Kepri.
“Konektivitas adalah kunci masa depan Kepri. Dengan 98 persen wilayah laut, pembangunan infrastruktur penghubung menjadi fondasi utama dalam memperkuat ekonomi antarwilayah,” tegasnya.
Selain konektivitas fisik, Pemprov Kepri juga menyiapkan langkah digitalisasi pelayanan publik agar lebih efisien dan inklusif.
“Kita dorong digitalisasi pemerintahan, pendidikan, dan layanan kesehatan, agar masyarakat di pulau-pulau kecil mendapat akses yang sama dengan wilayah perkotaan,” tambah Ansar.
Dalam bidang ekonomi, Gubernur Ansar menekankan pentingnya memperkuat sektor riil dan ekonomi kerakyatan.
“Program modal usaha tanpa bunga untuk UMKM, perlindungan nelayan dan petani, serta perluasan program Kepri Terang adalah bentuk nyata komitmen pemerintah hadir untuk rakyat,” ucapnya.
Capaian ekonomi Kepri juga menunjukkan hasil menggembirakan. Pada triwulan II tahun 2025, pertumbuhan ekonomi mencapai 7,14 persen, tertinggi di Sumatera dan menempati posisi ketiga nasional.
Selain itu, angka kemiskinan turun menjadi 4,44 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 79,89 poin, tertinggi di Sumatera.
“Prestasi ini bukan hasil kerja satu pihak, tapi kerja kolektif seluruh masyarakat Kepri. Tantangan kita berikutnya adalah menjaga kesinambungan pembangunan dan memastikan pertumbuhan ekonomi berdampak nyata bagi kesejahteraan rakyat,” ujar Ansar.
Ansar Ahmad menegaskan bahwa arah pembangunan Kepri lima tahun ke depan akan berfokus pada tiga pilar utama: inovasi, pemerataan, dan keberlanjutan.
“Kita ingin Kepri menjadi provinsi yang tidak hanya berdaya saing di tingkat nasional, tapi juga berkontribusi nyata bagi kawasan Asia Tenggara,” katanya.
Ia menutup sambutannya dengan mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus bersinergi.
“Dengan semangat Berpancang Amanah, Bersauh Marwah, mari kita lanjutkan pembangunan Kepri menuju masa depan yang lebih unggul, berdaya saing, dan sejahtera,” pungkas Gubernur Ansar. ***














