BATAM — Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) membuka babak baru dalam dunia pendidikan tinggi dengan menerapkan sistem kelulusan tanpa skripsi. Hal ini terungkap dalam prosesi wisuda yang digelar Sabtu, 24 Mei 2025, di Auditorium UNRIKA, di mana sebanyak 404 mahasiswa resmi dikukuhkan sebagai lulusan baru.
Rektor UNRIKA, Prof. Dr. Hj. Sri Langgeng, S.E., M.M., menjelaskan bahwa sebagian besar lulusan tahun ini tidak lagi menyusun skripsi sebagai syarat kelulusan. Sebaliknya, mereka menyelesaikan studi dengan karya-karya inovatif dan prestasi akademik lainnya.
“Mereka menggantinya dengan karya Teknologi Tepat Guna (TTG), mengikuti dan menjuarai Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), serta publikasi jurnal ilmiah. Sebagian besar juga menyelesaikan studi hanya dalam tujuh semester atau 3,5 tahun,” ujar Prof. Sri Langgeng.
Ia menambahkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi akademik yang sedang dijalankan UNRIKA, yang menekankan pada output prestasi dan kontribusi nyata mahasiswa, bukan hanya tugas akhir tertulis.
Rektor berharap bahwa ke depan, sistem ini bisa menjadi pilihan bagi mahasiswa yang memiliki potensi dan capaian di luar jalur skripsi tradisional.
“Kami ingin memberi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan keunggulannya melalui karya nyata, bukan hanya penelitian tertulis. Ini bentuk adaptasi pendidikan terhadap tantangan zaman,” tambahnya.
Dari total 404 wisudawan, dua orang berasal dari program pascasarjana, dan sisanya dari 15 program studi di jenjang sarjana. Fakultas Hukum tercatat sebagai fakultas dengan lulusan terbanyak, yakni 139 orang.
Ketua Panitia Wisuda, Novita Mandasari Hutagaol, S.Pd., M.Hum., menyebutkan bahwa tahun ini panitia juga berupaya menciptakan suasana wisuda yang lebih akrab dan menyenangkan.
“Setiap tahun kami memberikan ciri khas berbeda. Tahun ini kami menghadirkan musik tradisional di halaman kampus agar orang tua dan wali wisudawan bisa menikmati suasana sambil menunggu prosesi,” jelas Novita.
Ia mengaku bangga bisa memimpin panitia yang seluruh anggotanya merupakan bagian dari civitas akademika UNRIKA.
“Saya merasa bangga, terutama kerja kami diapresiasi oleh mahasiswa, pimpinan rektorat, dan yayasan. Semoga tahun depan kami bisa menyelenggarakan acara yang lebih baik lagi,” ujarnya.
Dengan inovasi kelulusan tanpa skripsi dan atmosfer wisuda yang lebih hangat, UNRIKA terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan pendidikan tinggi yang lebih relevan, inklusif, dan berorientasi pada prestasi. ***














