BATAM (SK) — Telah berlangsung Rapat dengar pendapat mengenai Verifikasi Data Honorer di Lingkungan Pemerintah Kota Batam, serta hal-hal lain yang di anggap perlu, yang di pimpin langsung oleh Ketua Komisi I, DPRD Batam, Nyanyang Haris Pratimura SE M.Si, di Ruang Rapat Komisi I DPRD Batam, Rabu, (13/04/2016).
Di dampingi oleh Anggota DPRD Batam lain, diantaranya Lik Khai, Sumali, Harmidi Umar Husein, Tumbur M Sihaloho, Eky Kurniawan, Ruslan Ali Wasyim dan Musofa. Ketua Komisi I, DPRD Batam, Nyanyang Haris Pratimura SE M.Si, meminta Pemko Batam harus terbuka dalam masalah honorer.
“Wah ini tidak jelas sekali ini. Tidak menghormati. Selaku Kepala Dinas Tata Kota Pemerintah Kota Batam, di undang DPRD pun, Si Asril Kepala Dinas Tata Kota itu, Tidak mau datang. Apalagi kalau tidak di undang. Waduh. Padahal dia ini yang punya masalah. Yang seharusnya datang,” ujar Lik Khai kesal.
“Pemerintah Kota Batam ini, nampaknya memang tidak pernah bisa saling menghargai, tidak pernah bisa saling menghormati DPRD. Apa gunanya DPRD kalau tidak di hargai. Masa di undang resmi saja, sudah jelas-jelas di undang, tidak mau datang,” Tegas Lik Khai, kesal sekali.
Di sampaikan Lik Khai selanjutnya, di Acara Rapat Dengar Pendapat tersebut, bahwasanya tidak seharusnya, Si Asril Kepala Dinas Tata Kota Pemko Batam tersebut, enak-enak saja tidak datang, karena alasannya stres berat. Itu semua harus di pertanggungjawabkan.
“Tidak seharusnya Asril itu tidak datang. Saya kecewa betul. Mau dia salah, mau dia betul, seharusnya dia datang. Jangan main alasan Stres berat lah. Ini lah. Itu lah. Yang jelas dia harus datang dulu, bagaimana masalah honorer yang tidak jelas di dinas dia,” tambah Lik Khai berkeras.
Sungguh sudah menjadi rahasia umum, bahwa Kepala Dinas Tata Kota, Pemerintah Kota Batam, Asril, telah bersikap sangat ceroboh, selaku seorang Kepala Dinas. Di duga kuat, yang bersangkutan, telah berlaku sewenang-wenang, yaitu memindahkan honorernya menjadi Satpam.
Sebelumnya, Telah terendus kuat memang di masyarakat, bahwa si Asril telah merekrut beberapa honorer, yang pada akhirnya bermasalah, dan permasalahan itu mencuat ke permukaan dan menjadikan Walikota Batam Rudi marah besar. Apalagi salah satu dari pada honorer barunya itu, si Anak Asril sendiri dan beberapanya juga karena KKN. (SK-Nda)















