BATAM (SK) — DPRD alias Dewan perwakilan Rakyat Daerah Kota Batam, siap mendampingi perjuangan para guru Honorer Kategori 2 (K2) Kota Batam, hingga titik darah penghabisan menuju Jakarta, dalam rencana waktu yang secepatnya. Hal ini di sampaikan langsung oleh Ketua DPRD Batam Nuryanto SH.MH, sesaat setelah dirinya turun rapat dari lantai 4 Pemerintah Kota Batam pada Kamis, (28/5/2015).
“DPRD Kota Batam siap mendampingi Guru-Guru Honorer K2 ini sampai titik darah penghabisan perjuangan mereka ke Jakarta. Insya Allah DPRD Batam akan menyertakan anggota untuk bisa pergi ke Jakarta, setidaknya Komisi 4. Apapun ceritanya mereka adalah guru-guru pendidik anak-anak kita,” ungkap Ketua DPRD Batam, Nuryanto SH.MH, menanggapi konfirmasi Wartawan Sijori Kepri.
Disampaikan selanjutnya oleh Nuryanto, bahwa mengapa Walikota tidak segera meng SK kan guru-guru Honorer K2 ini, sedangkan mereka sudah banyak dan lama berjuang untuk mendidik anak-anak kita. Justru Pemerintah daerah diuntungkan dengan adanya guru-guru ini dan yang menggaji mereka juga pusat. Apa ruginya. Tidak ada ruginya sama sekali.
Terkait rekomendasi yang dikeluarkan olehnya selaku Ketua DPRD dan juga deadline hingga tanggal 31 Mei 2015, juga diakui Nuryanto dan ditanggapi serius, bahwasanya dirinya memang telah mengeluarkan rekomendasi mendorong Walikota untuk segera menerbitkan SK mereka. Sudah bertahun mereka para guru honorer ini menunggu terbitnya SK mereka dengan sabar sampai sekarang ini.
Telah terjadi demo guru Honorer K2 di Kantor Walikota Batam pada Kamis, (28/5/2015), guna menuntut kejelasan status mereka yang masih terombang-ambing tidak jelas hingga saat digelarnya demo hari ini. Pemko Batam segera selesaikan Honorer K2 – Terbitkan SK CPNS dan berikan SK CPNS secara menyeluruh / tidak bertahap. Demikianlah bunyi Spanduk yang terpampang di depan Kantor Pemko Batam.
“Kami hanya ingin permasalahan kami segera selesai. Bertahun sudah kami menunggu terbitnya SK kami ini, namun hingga saat ini masih juga belum jelas bu. Belasan tahun guru-guru ini sudah mengabdi, namun kami tidak juga di perhatikan,” ujar Ketua Perwakilan Guru-Guru Honorer, Handoko, sambil menyeka air matanya sesaat setelah yang bersangkutan keluar dari ruang BKD Pemko Batam.
Nampak juga pada unjuk rasa tersebut, Ketua DPP Forum Peduli masyarakat Kepri, Firdaus, yang menyatakan bahwa, sebagai Ketum LSM yang juga peduli pada masalah-masalah pendidikan, seperti masalah nasib para Honorer K2 yang masih mengambang tersebut, dirinya juga siap mendukung dan mendampingi perjuangan mereka para guru Honorer K2 ini, hingga perjuangan akhir. (SK-NA)
LIPUTAN BATAM : NDORO AYU
EDITOR : RUSMADI

(Photo : Ndoro Ayu)

(Photo: Humas DPRD Batam)

(Photo : Ndoro Ayu)







