BATAM — Kuasa hukum PT China Communications Contruction Industry Indonesia (PT CCCII), Taufik, menyebutkan, bahwa PT China Communications Contruction Industry Indonesia (PT CCCII) adalah perusahaan asing.
Sebagai perusahaan asing, kata Taufik, tentu PT CCCII ini adalah perusahaan yang memiliki legalitas dan kelengkapan dokumen layaknya perusahaan.
Sebagai perusahaan dengan modal asing ini, katanya, PT CCCII ini memiliki kepedulian sosial dengan lingkungan sekitarnya.
“Jadi puing yang dipakai untuk melakukan penimbunan lokasi yang becek, berlumpur dan berlubang itu tidak berbahaya bagi lingkungan,” kata Taufik.
Disebutkan Taufik, kehadiran PT CCCII ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi wilayah sekitarnya.
Dan salah satu manfaatnya, kata Taufik, PT CCCII akan membantu dan dapat berkontribusi bagi pembangunan.
“Kita ada dana CSR. Kita tidak melupakan warga. Dan ini akan kita gunakan untuk wilayah sekitar perusahaan,” tegasnya.
Disampaikan Taufik lagi, bahwa PT CCCII sebagai perusahaan dengan investasi yang besar, tidak mungkin kita akan asal-asalan. PT CCCII selalu tundak dan taat dengan aturan yang ditentukan pemerintah.
“Investasi sudah ditanam. Dan ini tidak main-main. Buat apa kita buat masalah?,” katanya.
βTermasuk bantuan yang diberikan ke SDN 012 Sagulung,β ungkapnya.
Menurut Taufik, bantuan yang diberikan bagian dari kepedulian sosial perusahaan.
“Dan kita percaya, puing yang digunakan untuk menimbun itu tidak berbahaya,” tegasnya lagi.
Sebelumnya diberitakan, bantuan sisa pecahan beton atau puing milik PT China Communications Contruction Industry Indonesia (PT CCCII) dipercaya tidak berbahaya bagi lingkungan Sekolah Dasar Negeri 012 Sagulung, Batam, sekitarnya.
Bantuan sisa pecahan beton atau puing yang diberikan PT CCCII tersebut berdasarkan permintaan dari Kepala SDN 012 Sagulung, Imam, untuk melakukan penimbunan di lingkungan Sekolah Dasar Negeri 012 Sagulung, Batam.
Bantuan sisa pecahan beton atau puing yang digunakan untuk mengatasi banjir dan lumpur itu pun sesuai dengan permintaan dari SDN 012 Sagulung Batam itu, dipercaya tidak berbahaya dan aman digunakan bagi lingkungan sekolah dan sekitanya.
Bantuan sisa pecahan beton atau puing milik PT CCCII itu dijadikan timbunan berdasarkan surat permohonan bantuan dari SDN 012 Sagulung dengan nomor 285/421.4/SD.VIII/2022.
Dalam surat permohonan itu, bantuan sisa pecahan beton alias puing itu ditandatangani langsung oleh Kepala SDN 012 Sagulung, Imam dan Lurah Sungai Pelenggut.
Melalui surat itu, SDN 012 Sagulung mengajukan permohonan ini dengan pertimbangan banyaknya jalan yang rusak dan berlubang. Dan kondisi ini, pihak sekolah kesulitan beroperasi didalam terutama pada saat kondisi hujan.
Untuk itu, pihak sekolah memerlukan sisa pecahan beton guna untuk pemerataan jalan yang rusak, berlubang, becek dan berlumpur.
Menyikapi permohonan bantuan SDN 012 Sagulung ini, PT CCCII melalui kuasa hukumnya, Taufik menyebutkan, adanya kepedulian sosial perusahaan terhadap lingkungan.
“Kita berikan puing itu untuk membantu sekolah. Ini bentuk kepedulian perusahaan. Bahkan, biaya pengangkutan kita tanggung,” kata Taufik.
Lebih jauh, Taufik menyebutkan, puing yang diberikan untuk mengatasi kesulitan lingkungan itu, dipercaya tidak berbahaya untuk lingkungan itu sendiri.
“Material puing itu aman bagi lingkungan. Tidak seperti yang disampaikan dalam pemberitaan yang ada,” katanya.***
(red)
















