JAKARTA — Malam di kawasan Salemba, Jakarta, mendadak berubah mencekam ketika seorang aktivis hak asasi manusia menjadi korban penyiraman cairan yang diduga air keras saat dalam perjalanan pulang.
Korban diketahui adalah Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.37 WIB ketika ia melintas di Jalan Salemba I menggunakan sepeda motor Yamaha Aerox berwarna kuning.
Saat itu Andrie baru saja menyelesaikan aktivitasnya di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di kawasan Menteng. Ia sebelumnya mengikuti perekaman podcast bersama staf YLBHI, Zainal Arifin, yang membahas tema “Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI”.
Perekaman siniar selesai sekitar pukul 20.00 WIB. Namun Andrie masih berada di kantor YLBHI hingga sekitar pukul 23.00 WIB sebelum akhirnya pulang menuju rumah kontrakannya di kawasan Menteng.
Sebelum melanjutkan perjalanan, ia sempat mengisi bahan bakar di SPBU Cikini.
Ketika melintas di kawasan Talang, Andrie melihat sebuah sepeda motor yang dikendarai dua orang melawan arah.
Motor tersebut diduga jenis Honda Beat atau Honda Vario model lama berwarna hitam dengan panel putih di bagian belakang.
Saat kedua kendaraan berpapasan, salah satu pelaku tiba-tiba menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah tubuh korban.
Cairan tersebut mengenai bagian kanan tubuh Andrie, terutama mata, wajah, dada, dan tangan.
Korban langsung berteriak kesakitan hingga menghentikan motornya dan terjatuh di jalan.
Menurut keterangan KontraS, Andrie sempat berteriak meminta pertolongan sambil berteriak, “AAAH, AAHH, AAHH, PANAS… PANAS!” lalu kembali berteriak “AIR KERAS, AIR KERAS,” hingga warga sekitar berdatangan.
Akibat cairan tersebut, pakaian yang dikenakan korban bahkan disebut meleleh. Dalam kondisi kesakitan, Andrie sempat berusaha mengambil motor dan tasnya sebelum meninggalkan baju yang rusak di lokasi.
Sementara para pelaku langsung melarikan diri menuju Jalan Salemba Raya.
Saat kabur, pelaku diduga menjatuhkan sebuah gelas berbahan stainless steel yang digunakan untuk membawa cairan tersebut.
Tak lama setelah kejadian, sekitar pukul 23.38 WIB, Andrie kembali mengendarai motornya menuju rumah kontrakan di kawasan Menteng melalui jalan belakang.
Dua temannya, Rizky dan Hardingga, kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menggunakan sepeda motor.
Andrie tiba di rumah sakit sekitar pukul 23.48 WIB dan langsung mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan diagnosis awal tim dokter, korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen akibat cairan yang mengenai sejumlah bagian tubuhnya.
Saat ini Andrie ditangani oleh enam dokter spesialis, termasuk spesialis mata, THT, saraf, tulang, thoraks, organ dalam, dan kulit.
Korban juga dijadwalkan menjalani tindakan operasi mata berupa transplantasi membran amnion untuk memperbaiki jaringan mata yang rusak.
Perwakilan KontraS, Dimas, memastikan tidak ada barang milik korban yang hilang dalam peristiwa tersebut. Ia mendesak aparat kepolisian segera mengusut pelaku serta mengungkap motif penyerangan terhadap aktivis HAM itu.
“Serangan ini berpotensi menjadi ancaman serius terhadap keselamatan pembela hak asasi manusia di Indonesia,” ujarnya. ***
















