GESER UNTUK BACA BERITA
NASIONAL

JMSI Desak Pengusutan Tuntas Kasus Teror di Salemba Jakarta

×

JMSI Desak Pengusutan Tuntas Kasus Teror di Salemba Jakarta

Sebarkan artikel ini
JMSI Desak Pengusutan Tuntas Kasus Teror di Salemba Jakarta
Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa. (Foto : JMSI)

JAKARTA – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus teror penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, yang terjadi di kawasan Salemba, Jakarta.

Peristiwa tersebut memicu kecaman dari berbagai kalangan, termasuk organisasi pers yang menilai tindakan kekerasan terhadap aktivis hak asasi manusia sebagai ancaman serius terhadap kebebasan sipil dan demokrasi.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Serangan itu terjadi setelah Andrie Yunus menyelesaikan perekaman siniar (podcast) di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dengan tajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.

Sekitar pukul 23.00 WIB, korban diduga diserang oleh orang tidak dikenal yang menyiramkan cairan keras ke tubuhnya saat berada di luar lokasi kegiatan.

Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar pada sejumlah bagian tubuh, termasuk tangan, wajah, dan bagian dada. Korban kemudian segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa, menegaskan bahwa kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM harus diusut hingga tuntas.

Ia menilai tindakan kekerasan tersebut tidak hanya menyerang individu, tetapi juga dapat menimbulkan rasa takut di kalangan masyarakat sipil yang menjalankan peran advokasi.

“Kasus ini harus diusut tuntas. Aparat penegak hukum perlu bekerja secara serius untuk mengungkap pelaku dan motif di balik serangan tersebut,” kata Teguh Santosa, Sabtu (14/3/2026).

Menurutnya, tindakan teror terhadap aktivis HAM tidak boleh dibiarkan karena berpotensi mengancam iklim demokrasi dan kebebasan berpendapat di Indonesia.

JMSI juga menilai negara memiliki kewajiban memberikan perlindungan terhadap para pembela HAM yang menjalankan kerja-kerja advokasi bagi masyarakat.

Kasus kekerasan seperti ini dinilai harus menjadi perhatian serius agar tidak terulang di kemudian hari.

Karena itu, proses penyelidikan yang transparan dan profesional sangat penting untuk memastikan bahwa pelaku maupun pihak yang berada di balik serangan tersebut dapat dimintai pertanggungjawaban hukum.

Hingga kini, aparat kepolisian dikabarkan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik aksi penyiraman air keras tersebut.

Peristiwa ini juga memicu perhatian luas dari berbagai kalangan masyarakat sipil yang mendesak agar pengusutan dilakukan secara serius hingga pelaku benar-benar terungkap. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100