BATAM β Pengurus Pusat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi nasional dalam pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-2 JMSI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Penegasan tersebut disampaikan Pengurus Pusat JMSI, Satria Utama Batubara, di tengah dinamika organisasi yang berkembang selama Musda berlangsung.
Satria menyampaikan bahwa JMSI merupakan organisasi berskala nasional yang menaungi berbagai profesi, perusahaan, dan insan pers dari berbagai daerah. Karena itu, setiap proses organisasi di daerah harus tetap berpijak pada semangat kebersamaan dan kepentingan organisasi secara luas.
βJMSI ini bukan organisasi lokal, tapi nasional. Kita punya tanggung jawab besar menjaga marwah organisasi, karena di dalamnya ada banyak organisasi, profesi, perusahaan, dan insan pers yang berjuang bersama,β ujar Satria dalam sambutannya, Senin (15/12/2025).
Ia menilai perbedaan pandangan hingga potensi deadlock dalam Musda merupakan bagian dari dinamika yang wajar. Namun, seluruh proses tersebut harus disikapi secara dewasa dan bijak agar tidak berujung pada kebuntuan yang justru merugikan organisasi.
Menurut Satria, JMSI dibangun atas semangat perjuangan kolektif. Oleh karena itu, setiap keputusan yang diambil dalam Musda seharusnya memperkuat soliditas internal, bukan memunculkan perpecahan di antara sesama anggota.
Ia juga menegaskan peran JMSI dalam ekosistem pers nasional, khususnya dalam menjunjung prinsip keadilan yang setara bagi seluruh anggota. JMSI dinilai menjadi wadah strategis dalam mendorong profesionalisme media siber, baik di daerah maupun di tingkat pusat.
Dalam kesempatan tersebut, Satria turut mengapresiasi kinerja JMSI Kepri yang selama ini dinilai berjalan selaras dengan arahan pengurus pusat.
Ia menyinggung capaian JMSI Kepri yang berhasil meraih penghargaan pada kegiatan nasional di Telangika sebagai bukti kerja kolektif yang positif.
βPenghargaan itu bukan sekadar simbol. Itu menunjukkan bahwa hubungan dan koordinasi antara pengurus daerah dengan pusat selama ini berjalan dengan baik,β ungkapnya.
Meski demikian, Satria mengingatkan bahwa evaluasi dan perbaikan tetap diperlukan dalam tubuh organisasi. Ia menekankan pentingnya pembenahan berkelanjutan tanpa menghilangkan rasa tanggung jawab dan kebersamaan yang menjadi fondasi JMSI.
Dengan semangat soliditas, Satria berharap Musda II JMSI Kepri dapat menjadi momentum penguatan organisasi. Seluruh peserta Musda diajak untuk mengedepankan musyawarah dan menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
βYang terpenting adalah soliditas. Sama rasa, sama tanggung jawab. Dengan semangat itu, JMSI akan terus hidup dan memberi manfaat,β tutup Satria.
Musda II JMSI Kepri diharapkan mampu melahirkan keputusan strategis yang memperkuat posisi JMSI sebagai organisasi media siber yang profesional, independen, dan berorientasi nasional. ***
















