,

Geopark Natuna Tidak Kalah Dari Kaldera Toba, Batunya Bersih Lautnya Jernih

oleh
Geopark Natuna Tidak Kalah Dari Kaldera Toba, Batunya Bersih Lautnya Jernih 1
Destinasi Wisata Geopark Natuna. (Foto : Bernard Simatupang)
Click to rate this post!
[Total: 3 Average: 5]

Sijori Kepri, Natuna – Geopark atau bisa disebut Taman Bumi Natuna, Kepulauan Riau, telah ditetapkan Pemerintah pusat sebagai salah satu lokasi Geopark Nasional. Alamnya bagus, batunya bersih dan lautnya jernih. Tidak mengherankan, banyak wisatawan lokal mau pun Mancanegara yang menyinggahi Natuna, berkesimpulan Geopark Natuna tidak kalah dari Kaldera Toba, Sumatera Utara.

Kaldera Toba, terbentuk dari ledakan super vulkanik sekitar 74.000 tahun lalu. Dasar Kaldera, dipenuhi air dan menjadi danau terbesar di Indonesia. Letusan Gunung Api Toba Purba, saat itu, menyisakan lekukan cukup dalam di dasar Kaldera yang kemudian terisi air dengan kedalaman sekitar 550 meter.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna, Hardinansyah, mengatakan, kondisi serupa terjadi pada Geopark Natuna. Karena faktor alam, akhirnya terbentuk keanekaragaman alam, seperti geologi (geodiversity), hayati (biodiversity) dan budaya (cultural diversity). Akhirnya, menciptakan situasi yang konservasi, pembelajaran edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan nilai ekonomi lokal melalui geowisata.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, optimis, Geopark Natuna akan terus menjadi wisata alam yang menarik. Tidak mengherankan, siapa saja yang berkunjung ke Natuna, tidak afdal rasanya jika tidak menyinggahi alam Geopark Natuna.

”Kita yakin, Geopark Natuna akan tercatat dalam UNESCO Global Geopark. Karena, masyarakat Natuna mendukungnya, dalam wujud menjaga kelestarian alamnya,” kata Hardinansyah, belum lama ini.

Hardinansyah melanjutkan, Geopark Natuna sebuah kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi. Masyarakat setempat diajak berperan serta melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam, termasuk nilai arkeologi, ekologi dan budaya yang ada di dalamnya.

Bagi warga tempatan, Geopark Natuna tetap menjadi alternatif kunjungan, saat musim liburan tiba. Bahkan, masa pandemi Covid-19 saat ini, warga tidak perlu jauh-jauh lagi bepergian untuk mencari lokasi wisata aduhai. Cukup menyinggahi beberapa lokasi yang nilai Geoparknya sangat memuaskan mata dan pikiran.

Warga Natuna, sangat bersyukur dan berbangga hati, karena pandemi Covid-19 tidak separah Kota Batam dan Tanjung Pinang. Status Natuna, masih hijau, menandakan sebaran virus mematikan ini tidak terlalu meraja lela.

Dampak positif status hijau ini, berimbas pada destinasi wisata Natuna. Masih aman untuk disinggahi. Masih clear and clean untuk menikmatinya. Eksotisme Natuna bukan sekedar bualan. Beberapa artis Indonesia yang pernah menginjakkan kaki ke Natuna, mengakui keindahan alam daerah beranda terdepan Indonesia ini. Artis tersebut, sebut saja seperti Anji, Putri Marino dan sebagainya.

Artis ini sangat menikmati taman, keindahan alam, pantai, keindahan bawah laut dengan aneka habitatnya, dan sebagainya. Kendati, Geoprak Natuna belum mendunia, namun telah banyak wisatawan lokal mau pun mancanegara mengaguminya.

Hardinansyah memastikan, meski belum terkenal luas, namun keindahan alamnya tidak kalah saing dengan destinasi terkenal yang ada di dalam negeri mau pun luar negeri. Karena Geopark Natuna memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya mempesona.

Pejabat ini, lantas menyebutkan keunikan dan keistimewaan tersebut. Pertama, hadirnya Batuan Granit Raksasa. Namanya Bukit Senubing dan Pantai Batu Kasah. Dua lokasi ini menawarkan pemandangan dengan susunan bebatuan granit raksasa yang memagari laut. Menurut para peneliti, bebatuan granit di Natuna memiliki usia sekitar 65 juta hingga 125 juta tahun.

”Diatas bebatuan purba itulah biasanya wisatawan menikmati alam Natuna. Mereka tidak memikirkan lelah memanjat bebatuan setinggi 5 hingga 10 meter. Di Pantai Batu Kasah, juga terdapat Gajebo yang dibangun oleh pemerintah Desa setempat. Sehingga setelah lelah berfoto ria atau pun berenang di sekitaran Batu Kasah, pengunjung dapat berisitirahat sambil menikmati kuliner tradisional Natuna, dan segarnya air kelapa,” katanya.

Kedua, Pantai. Kabupaten Natuna merupakan daerah dengan geografis kepulauan, karena itulah sangat mudah menemui pantai-pantai yang masih alami, lengkap dengan pasir putih di sana. Kami merekomendasikan anda untuk mengunjungi Pulau Senua.

Pulau terluar dari Kabupaten Natuna ini, jika dilihat dari kejauhan sangat mirip dengan ibu hamil yang tengah berbaring. Konon, legenda di pulau berbadan dua itu, memang berkisah tentang sosok ibu hamil yang terkena kutukan.

Meski terdengar angker, namun Senua merupakan destinasi favorit bagi warga untuk mengisi liburannya. Bagaimana tidak, Pulau Senua yang juga merupakan Geosite Geopark Natuna ini menawarkan paket lengkap.

Laut Senua masih dihiasi oleh berbagai karang dan biota laut berwarna-warni, sehingga memanjakan mata bagi pengunjung. Apalagi perairan di sekitar senua juga sangat jernih.

Ketiga, Situs Arkeologi. Inilah keunikan yang dimiliki oleh Natuna. Dimasa lampau, Natuna yang terletak di jalur sutra perdagangan Cina, menjadi salah satu pelabuhan strategis tempat para pedagang dari penjuru dunia menyinggahinya untuk beristirahat, mengisi perbekalan, dan menunggu angin teduh.

Namun, ganasnya laut Natuna yang berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan, juga banyak memakan korban para pelaut dimasa itu. Dari situlah di Natuna banyak sekali dijumpai barang-barang antik dari berbagai Dinasti. Kini barang arkeologi itu telah ditempatkan di museum Srindit Natuna untuk bahan edukasi. Sementara kapal-kapal yang karam, kini dijadikan Spot Diving untuk menarik wisatawan yang memiliki minat khusus.

Itulah berbagai keunikan di dalam Geopark Natuna, terbentang luas dari daratan hingga ke dasar perairannya. Natuna memang kini sudah menyandang status sebagai Geopark Nasional. Namun, keistimewaan Natuna dianggap mampu menyandang status yang lebih tinggi, Global Geopark UNESCO.

Untuk mendapatkan status tersebut, Natuna tentu harus memoles diri, melengkapi sarana dan prasarana yang ada didalam Geoparknya. Beruntung, Pemerintah Daerah Natuna tak bekerja keras sendiri, karena berbagai bantuan datang dari perusahaan-perusahaan yang bermitra dengan pemerintah Indonesia.

Misalnya saja KKKS Migas, Medco Energi dan Premier Oil, yang turut membantu Natuna untuk mempersiapkan diri menjemput pengakuan Internasional. Adapun bantuan dari SKK bersama KKKS Migas yang beroperasi di Natuna, antara lain, Panel informasi, penunjuk jalan, Landmark Geopark, taman bermain anak, dan masih banyak lagi.

Warga Natuna, Nardi, mengatakan, destinasi alam yang dimiliki Natuna ini memberikan kepuasan tersendiri bagi warga. Warga membuktikan, Geopark terjaga kelestariannya. Tidak mengherankan, wisatawan banyak yang datang ke Natuna, hanya untuk menikmati alam Geopark Natuna.

”Natuna memiliki batu granit yang berusia ratusan tahun. Tersusun rapi di bibir pantai. Jika menyinggahinya, pikiran menjadi tenang,” ujar Nardi.

Tidak saja warga yang merasakan dampak positif indahnya alam Geopark Natuna ini. Pelaku usaha juga merasakan hal sama. ”Semakin banyak wisatawan lokal mau pun mancanegara yang datang ke Natuna, tentu berdampak positif bagi pelaku usaha. Seperti dirasakan pengelola kuliner, usaha kapal, dan sebagainya,” ujar Ruli, pengelola rumah makan.

Kehadiran wisatawan ke Natuna membuat ekonomi masyarakat bergeliat. Semuanya memberikan pelayanan dan kemudahan saat kunjungan wisata. Secara tidak langsung, tentu membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.

”Indahnya Geopark Natuna, banyak warga menjadi Tour Guide, menemani wisatawan. Mereka akan merasa terlindungi keselamatan. Ada pula warga menjadi supir untuk mengantar wisatawan berkunjung lokasi wisata yang dituju,” kata Ruli, ikut diamini beberapa pelaku usaha lainnya.

Pada akhirnya, Geopark Natuna ini mampu mempromisikan kebudayaan asli Natuna ke dunia luar. Pelaku usaha dan warga telah menikmatinya, selama ini. ***

Penulis : Bernard Simatupang

Geopark Natuna Tidak Kalah Dari Kaldera Toba, Batunya Bersih Lautnya Jernih 2
Destinasi Wisata Geopark Natuna. (Foto : Bernard Simatupang)

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

height="100%"

loading...
banner 740x400

banner

banner