BATAM – Suasana khidmat dan penuh kebanggaan menyelimuti Dataran Engku Putri, Batam, pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ribuan warga Kepulauan Riau memadati lapangan utama untuk mengikuti dan menyaksikan detik-detik pengibaran Bendera Merah Putih yang berkibar gagah diiringi derap langkah pasukan upacara.
Namun, sorotan masyarakat bukan hanya tertuju pada jalannya upacara, melainkan juga pada kehadiran sosok-sosok istimewa di barisan tamu kehormatan: para prajurit Jalasena TNI AL yang belum lama ini sukses menggagalkan penyelundupan narkoba seberat 4 ton di perairan Kepri.
Bagi warga Batam, keberhasilan TNI AL tersebut bukan sekadar capaian operasi militer, melainkan simbol perjuangan baru bangsa melawan musuh zaman: narkoba internasional.
“Mereka itu pahlawan zaman sekarang. Kalau narkoba sebesar itu lolos, generasi kita bisa hancur,” ungkap Ahmad, salah seorang warga Batam yang hadir bersama keluarganya.
Kehadiran para penggagal narkoba dalam perayaan kemerdekaan ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus terus dijaga, bukan hanya dengan senjata, tetapi juga melalui keberanian melawan ancaman lintas negara.
Momen ini semakin bermakna karena sebelumnya, pada 10 Agustus 2025, Presiden Republik Indonesia meresmikan berdirinya Komando Daerah Angkatan Laut (KODAERAL) IV di Batujajar, Jawa Barat.
Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko dilantik sebagai komandan pertamanya.
KODAERAL IV diyakini akan memperkuat kekuatan maritim Indonesia, terutama di jalur strategis Selat Malaka dan perairan Kepulauan Riau yang kerap menjadi target kejahatan transnasional.
“Keberhasilan menggagalkan penyelundupan narkoba dalam jumlah besar ini adalah bukti nyata bahwa laut Indonesia tidak boleh menjadi jalur kejahatan. Kami berdiri di garda terdepan untuk menjaga kedaulatan maritim, melindungi generasi muda, dan memastikan Merah Putih terus berkibar dengan gagah perkasa di laut maupun darat,” tegas Dankodaeral IV Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko dalam sambutannya usai upacara.
Upacara HUT RI ke-80 di Batam tercatat sebagai salah satu perayaan kemerdekaan yang berbeda. Semangat 1945 berpadu dengan heroisme prajurit laut masa kini.
Jika dahulu bangsa Indonesia berjuang mengusir penjajah, maka kini tantangan baru hadir dalam bentuk ancaman narkoba, penyelundupan, dan kejahatan lintas negara.
Bagi masyarakat Kepri, kehadiran para prajurit TNI AL dalam upacara ini adalah simbol bahwa perjuangan menjaga kemerdekaan belum usai.
Merah Putih harus terus berkibar, dijaga dengan kesadaran, keberanian, dan pengorbanan generasi bangsa. ***














