SIJORIKEPRI.COM, KARIMUN — Bupati Karimun, Aunur Rafiq, pimpin apel gelar Pasukan Operasi “Lilin Seligi 2017 “dengan Thema Melalui Apel Gelar Pasukan Operasi “Lilin Seligi 2017”, Kita Tingkatkan Sinergi Polri dengan Instansi Terkait Dalam Rangka Memberikan Rasa Aman dan Nyaman Pada Perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, di depan panggung Putri Kemuning, Coastal Area Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Kamis, (21/12/2017), sekira Pukul 16.12 WIB.
Pasukan apel sebanyak 200 orang itu terdiri dari Kodim 0317/TBK, Kompi B Yonif RK 136/TS, Lanal TBK, Polres Karimun, Brimob TBK, Satpol PP, Dishub, Bea cukai, Imigrasi, Basarnas, BNN dan KSOP, yang dikomandoi oleh Komandan apel, AKP Eriman.
Diawali dengan pemeriksaan pasukan pengamanan oleh pejabat yang hadir
dilanjutkan Penyematan pita tanda operasi oleh Bupati Karimun.
Rafiq, dalam amanat inspektur upacara tersebut, membacakan amanat Kapolri mengatakan, apel gelar pasukan operasi “Lilin 2017” ini diselenggarakan secara serentak oleh seluruh jajaran polri mulai dari tingkat Mabes Polri hingga kesatuan kewilayahan.
“Apel ini dilaksanakan sebagai pengecekan akhir kesiapan kita dalam melaksanakan operasi pengamanan Perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, baik pada aspek personel, sarana prasarana, anggaran serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Pemda, dan Mitra Kamtibmas lainnya,” jelasnya.
Perkembangan dunia global yang ada saat ini, sambungnya, masih diwarnai dengan beberapa aksi teror yang berlangsung di beberapa tempat konflik berkepanjangan. Di sebagian negara juga masih terjadi disertai trend perlambatan ekonomi yang melanda dunia internasional, baik langsung maupun tidak langsung.
Berbagai kejadian tersebut, akan berimplikasi terhadap kondisi keamanan dalam negeri. Aksi teror masih terjadi seperti halnya kejadian di Samarinda dan Singkawang, meskipun beberapa aksi teror dapat digagalkan dengan baik oleh aparat beserta elemen terkait lainnya. Namun ancaman ini dipercaya masih akan terus berlangsung.
Lanjutnya, disamping itu, dinamika kehidupan nasional yang terjadi beberapa bulan terkahir, juga menunjukkan adanya potensi gangguan dalam bentuk kejadian intoleransi, baik inter maupun antar agama menjadi lebih kompleks, karena kejadian tersebut berlangsung ditengah suasana peningkatan suhu politik yang terjadi sebagai akibat dari pelaksanaan Pilkada Serentak 2018.
“Berbagai hal tersebut, menjadi tantangan tugas bagi Polri dan seluruh elemen terkait, khususnya dalam menjaga dan mengamankan pelaksanaan ibadah Natal 2017 dan perayaan pergantian tahun 2018,” jelasnya.
Perayaan natal dan tahun baru merupakan moment berlibur bagi sebagian besar kalangan masyarakat di Indonesia. Karena itu, diprediksi akan terjadi mobilisisasi masyarakat dari satu tempat ke tempat lain, serta munculnya titik konsentrasi massa di tempat tertentu, seperti tempat wisata, pusat perbelanjaan, pelabuhan, bandara udara, terminal dan tempat-tempat lainnya.
Peningkatan aktifitas masyarakat ini, harus diantisipasi dengan baik oleh aparat keamanan. Untuk itu, Polri menggelar Operasi Lilin 2017, yang dilaksanakan selama 10 hari, sejak tanggal 23 Desember 2017 himgga 1 Januari 2018.
“Operasi ini dilakukan dengan mengedepankan tindakan preemtif dan preventif yang didukung kegiatan intelijen, serta penegakan hukum secara tegas dan professional,” ujarnya.
Secara keseluruhan, Polri mengerahkan 90.058 Personil Polri, dibantu 20.070 Personil TNI serta 60.177 personil gabungan dari Satpol PP, dishub, dinkes, pramuka, dan jasa raharja, para personel akan ditempatkan pada 2.657 pos pengamanan dan 933 pos pelayanan guna memberikan pengamanan Kamtibmas dan Kamseltibcar Lantas.
“Pelaksanaan Operasi Lilin 2017 ini diharapkan dapat berjalan dengan baik dan lancar, sehingga masyarakat dapat merasakan dampak nyata dari pelayanan yang diberikan. Oleh karenanya, seluruh personel pengamanan agar bekerja dengan sungguh-sungguh dalam memberikan pelayanan yang profesional kepada masyarakat,” papar Rafiq membacakan amanah Kapolri.
Untuk itu, pada kesempatan ini, ada beberapa hal yang ingin disampaikan untuk dipedomani dan dilaksanakan, yaitu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan diri maupun satuan dalam melaksanakan tugas, sehingga mampu merespon secara cepat dan tepat setiap bentuk gangguan kamtibmas yang terjadi, para personel pengamanan agar tetap waspada dan jangan merasa under estimate terhadap setiap potensi gangguan yang ada.
Kemudian menyiapkan serta pelihara kondisi fisik dan mental untuk dapat senantiasa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat kapanpun dan dimanapun dan juga persiapkan dengan baik seluruh peralatan, sarana dan prasarana yang akan digunakan untuk mendukung kelancaran dan keberhasilan operasi.
Selanjutnya, melaksanakan tugas dengan penuh rasa ketulusan dan keikhlasan serta semangat pengabdian terbaik, melalui tampilan sikap yang humanis dan simpatik, serta hindari sikap arogansi dan kesewenang-wenangan.
Penggelaran personel harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya, baik di tempat ibadah, tempat tinggal, jalur lalu lintas, lokasi wisata, maupun tempat-tempat lain yang merupakan police hazard.
Melakukan tindakan proaktif dan antisipatif dengan melibatkan semua fungsi kepolisian serta stakeholders terkait untuk menghadapi ancaman aksi teror, sabotase dan kejahatan berkadar ancaman tinggi, serta cegah kegiatan sweeping yang dilakukan oleh pihak yang tidak berwenang.
Melaksanakan penegakan hukum secara profesional dan proporsional serta bertindaklah secara tegas dan terukur terhadap setiap pelanggaran hukum yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas maupun kamseltibcarlantas.
“Terakhir, perkuat kerjasama yang sinergis dan harmonis dengan seluruh instansi terkait serta segenap elemen masyarakat dalam rangka memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat,” himbaunya.
Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam apel gelar pasukan “Operasi Lilin-2017” ini, semoga pengabdian yang kita laksanakan dengan penuh keikhlasan ini akan menjadi catatan amal ibadah saudara/saudari sekalian dihadapan Tuhan yang maha esa.
“Pada kesempatan yang baik ini saya juga mengucapkan “Selamat hari Natal 2017 bagi yang merayakan, dan selamat tahun baru 2018, semoga di tahun baru kita semua dapat berkarya lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, selamat bertugas dan semoga sukses,” tutup Rafiq.
Tampak Hadir dalam apel tersebut, Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin, SIK, turut hadir juga Kasdim 0317/TBK, Mayor Inf S. Manurung, Palaksa Lanal TBK, Mayor Laut (P) Wahyu Hidayanto, Wakapolres Karimun, Kompol I Gede Ngurah Joni, Kabag Ops Polres Karimun, Kompol Isa Imam Sahroni, Dansubdenpom I/6-2, Lettu CPM Fahmar Nasution, Dansubdenpomal TBK, Lettu Kuswanto, Dishub, Bpk. Budi , Kasatpol PP Karimun, Bpk. Ta. Rahman, Kepala KPPBC TBK, Bpk. Bernhard, Kepala BNN Karimun, Kompol Ahmad sholeh, Kasi Lalintuskim Imigrasi, Perwira Jajaran Kodim 0317/TBK, Perwira jajaran Polres Karimun dan Ketua LAM Karimun dan H. Abu samah Arab. (SK-FIK)
















