TANJUNGPINANG – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, menegaskan bahwa capaian ekonomi makro Kepri menunjukkan tren positif yang berkelanjutan. Hal itu disampaikan dalam momentum Hari Jadi ke-23 Provinsi Kepri yang dipusatkan di Halaman Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu (24/9/2025).
Menurut Ansar, berbagai indikator makro ekonomi membuktikan bahwa arah pembangunan Kepri berada di jalur yang tepat.
“Pertumbuhan ekonomi Kepri triwulan II tahun 2025 mencapai 7,14 persen (year-on-year), tertinggi di Sumatera dan menempati posisi ketiga nasional. Ini menunjukkan daya tahan ekonomi Kepri yang kuat, sekaligus hasil nyata dari kerja keras seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Ansar menjelaskan, pertumbuhan ekonomi yang solid turut diikuti oleh peningkatan kesejahteraan masyarakat. Angka kemiskinan Kepri turun menjadi 4,44 persen, terendah di Sumatera, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik menjadi 79,89 poin, menempati posisi tertinggi di Pulau Sumatera.
“Capaian ini adalah hasil dari program ekonomi kerakyatan yang terus kita dorong, mulai dari bantuan modal usaha tanpa bunga bagi UMKM, peningkatan infrastruktur ekonomi di daerah tertinggal, hingga perlindungan nelayan dan petani melalui BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.
Selain itu, sektor industri pengolahan, perdagangan, dan jasa pariwisata menjadi kontributor utama penggerak ekonomi daerah. “Kinerja ekspor dari Batam, Bintan, dan Karimun terus meningkat, didukung keberadaan kawasan FTZ dan KEK yang kini mulai beroperasi optimal,” tambah Ansar.
Dalam upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi, Pemprov Kepri juga memprioritaskan pembangunan infrastruktur konektivitas antarwilayah, seperti proyek Jembatan Batam–Bintan, pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah Karimun, serta perluasan jaringan digital di wilayah 3T.
“Konektivitas yang kuat akan memperlancar arus logistik dan perdagangan, sementara digitalisasi akan membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat di pulau-pulau kecil,” jelasnya.
Gubernur Ansar juga menekankan pentingnya menciptakan iklim investasi yang sehat, transparan, dan berdaya saing.
Menurutnya, Kepri akan terus memperkuat layanan perizinan terpadu dan memperluas kemitraan dengan sektor swasta, termasuk pengembangan ekonomi maritim dan pariwisata halal.
“Investasi yang berkelanjutan akan menjadi motor penggerak pembangunan daerah. Kita ingin Kepri menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi baru di kawasan barat Indonesia,” tegasnya.
Ansar menutup dengan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjaga semangat kolaborasi.
“Perekonomian Kepri yang kuat harus dijaga bersama. Dengan sinergi dan kerja keras, saya yakin Kepri akan menjadi provinsi berdaya saing tinggi dan terus tumbuh menuju kesejahteraan yang merata,” pungkasnya. ***














