TANJUNGPINANG – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Hasan, menegaskan bahwa peluncuran Calendar of Events (COE) 2026 merupakan langkah strategis untuk memperkuat citra Kepri di tingkat global. COE 2026 resmi akan diluncurkan oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad dalam pembukaan Kepri Art & Culture International (KACI) 2025 di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Tanjungpinang, Selasa (25/11/2025).
Hasan menyampaikan bahwa COE 2026 tidak hanya menjadi kalender kegiatan tahunan, tetapi juga simbol komitmen Kepri dalam menjadikan pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
“Kami optimis COE 2026 akan mendongkrak citra Kepri di mata dunia. Ini bukan sekadar agenda pariwisata, tapi wujud nyata kebanggaan terhadap warisan budaya Melayu yang berharga,” ujar Hasan, Selasa (11/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan dalam COE 2026 telah dirancang untuk menampilkan kekayaan budaya dan potensi wisata Kepri yang unik.
Dari festival budaya dan bahari, pementasan seni internasional, hingga kolaborasi kreatif lintas negara, semuanya disusun untuk mempertegas Kepri sebagai pusat budaya Melayu Asia Tenggara.
“Melalui COE 2026, kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Kepri adalah rumah bagi keberagaman, kreativitas, dan budaya yang terus hidup,” tambah Hasan.
Peluncuran COE 2026 dilakukan bersamaan dengan perhelatan KACI 2025 yang menampilkan kemegahan budaya lintas negara. Wali Band, diva internasional Aurel Tabola Bale, dan berbagai pertunjukan tradisi Melayu menjadi bagian dari kemeriahan tersebut.
Menurut Hasan, kehadiran event internasional seperti KACI 2025 dan peluncuran COE 2026 menjadi bukti bahwa Kepri siap bersaing di panggung dunia. “Inilah momentum kita untuk menegaskan posisi Kepri bukan hanya sebagai gerbang pariwisata, tetapi sebagai jantung budaya Melayu,” tegasnya.
Hasan juga menuturkan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri berkomitmen menjadikan COE 2026 sebagai instrumen untuk memulihkan ekonomi daerah melalui pariwisata kreatif dan kolaboratif.
Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas budaya menjadi kunci keberhasilan Kepri dalam menembus pasar global.
“Dengan semangat kolaborasi dan promosi yang berkelanjutan, kami yakin Kepri akan semakin dikenal dunia. COE 2026 adalah awal dari babak baru kebangkitan pariwisata budaya kita,” tutup Hasan. ***














