TANJUNGPINANG (SK) — Untuk meningkatkan peranan Kebudayaan di Riau, Komisi E yang membidangi Kesejahteraan Sosial DPRD Riau mengunjungi DPRD Kepri. Ketua rombongan, Mas Nur mengatakan bahwa Riau ingin mengetahui tentang kebudayaan di Kepri ini.
Riau, lanjut Masnur juga memandang perlu mempelajari tentang kebudayaan di Kepri ini, karena, Kepri menjadi salah satu Provinsi yang mempunyai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berdiri sendiri.
“Apakah Dinas Kebudayaan (Disbud) ini bisa menjadi potensi meningkatkan wisata baru,” kata Ketua Komisi E DPRD Riau, Mas Nur, diruang rapat komisi IV DPRD Kepri, Selasa (24/01/2017).
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Kepri, Husnizar Hood mengatakan, bahwa secara keberadaan Provinsi Riau lebih senior, yaitu adalah kakak kandung Provinsi Kepri. Hanya Riau baru tahun ini ada OPD Disbud.
“Dinas Kebudayaan lebih kepada melakukan kajian, mempertahankan, mengembangkan dan menghasilkan nilai-nilai budaya. Bukan menjual, seperti yang dilakukan Dinas Pariwisata.,” kata Husnizar Hood, yang juga di kenal sebagai Presiden Penyair Kepri itu.
Diferensiasi ini, disebabkan karena kedua dinas ini memiliki tupoksi yang berbeda. Hal ini juga diamini Ketua Komisi IV DPRD Kepri Teddy Jun Askara. Teddy mengatakan bahwa anggaran dibidang kebudayaan masih belum memadai.
“Namun demikian, hal ini tidak mengurangi Dinas Kebudayaan untuk terus melakukan kajian-kajian mendalam dibidang kebudayaan,” papar Teddy.
“Saat ini anggaran masih sekitar Rp 11miliar. Namun kami tetap optimis kebudayaan dapat lebih ditingkatkan,” papar Teddy. (SK-MU/C)














