GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Ada Lansia Tak Terurus “WENI LIS LANGSUNG AMBIL SIKAP”

×

Ada Lansia Tak Terurus “WENI LIS LANGSUNG AMBIL SIKAP”

Sebarkan artikel ini
Ketua TP PKK Tanjungpinang Yuniarni Pustoko Weni, ketika berkunjung ke rumah nenek Sukiah. (Foto : Munsyi Bagus Utama/Untung)
– Bersama Kader PKK dan Dinsos, Benahi Rumah Nenek Sukiah.

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Malang sungguh keadaan nenek Sukiah (83), yang tinggal di kampung Sabauk Darat, Kelurahan Senggarang, Kecamatan Tanjungpinang Kota ini. Sudah matanya rabun, rumahnya kecil, bocor sana bocor sini, lantai banyak yang kroak (pecah-pecah), anaknya yang di Tanjungpinang jarang datang. Anaknya yang dekat yang bernama Sulasniah, juga kurang sehat keadaan psikologinya, sehingga tinggal bersama cucunya saja. Namun cucunya juga kerjanya belum jelas, yakni hanya bantu- bantu tetangga saja.

Keadaan yang berlangsung lama ini, akhirnya diketahui salah seorang anggota DPRD Kepri yang juga sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni, yang akrab di panggil “Bunda” oleh kader-kadernya, beberapa hari yang lalu.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Saya baru tahu 3 (tiga) hari lalu, dan tadi malam saya laporkan ke Pak Lis (Walikota Tanjungpinang, Red). Alhamdulillah hari ini kita gotong royong, ngecat, pasang pintu, dan dari Dinas Sosial yang kita hubungi juga kita dibantu kasur, selimut, dan lain-lain, juga dari Puskesmas juga ada dokter yang datang,” ucap Weni, Selasa, (04/04/2017), pagi.

Weni mengatakan, saat kader-kader PKK sedang mengecat rumah, Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah datang, karena sebelumnya sudah mengetahui informasi ini dan mengusulkanm agar dibenahi jangan tanggung-tanggung.

“Pak Wali datang juga dan mengatakan untuk merapikan rumah dan membenahinya sebaiknya ditangani tukang yang berpangalaman, sehingga nenek ini bisa hidup layak dan sehat dengan cucunya,” lanjut Weni.

Insya Allah seminggu rumah ini selesai imbuh Weni lagi, seraya mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan Kader PKK yang ikut bergotong royong yang selalu setia mendampingi masyarakat.

“Saya akui selama 4,5 tahun bersama mereka kader-kader PKK, mereka giat dan teruji keikhlasannya, skilnya, kamauan dan ketulusannya,” puji Weni.

Weni juga menceritakan, ada 12 rumah Lansia yang didatangi, dan walau pun tidak ada anak, tetapi tetangga keluarga, dan kader-kader mengurusnya, sehingga rumahnya dibersihkan. Namun yang satu ini yang sangat memprihatinkan.

“Saya melakukan tidak hanya menunggu waktu reses aja, tapi setiap ada waktu saya turun semampu saya. Mengenai bantuan, kalau menunggu APBD tentu melalui proses lagi. Karena saya juga ade rezeki, ada juga dari saya pribadi, dari Dinsos, konsumsi dari kader kader PKK, RT dan RW. Kita gotong royong lah. Yang terpenting ada kemauan ada jalan,” ujarnya.

Weni berharap, agar masyarakat Tanjungpinang hidup sehat, bersih, administrasi negara meraka harus ada, seperti KK, KTP, karena sewaktu-waktu meraka sakit, untuk minta bantuan mereka harus ada administrasi itu. Karena menurutnya, kadang kita belum tentu dapat membantu biaya, tapi mungkin dengan tenaga.

“RT/ RW, Lurah dengan warga setempat harus dapat melihat kiri dan kanan, dan peduli dengan lingkungan dan apa yang terjadi disekitar kita,” harap Weni.

Sementara Ketua RT setempat, Erni, yang baru sekitar 6 bulan menjari RT, mengatakan, sudah tahu keadaan nenek Sukiah ini sebelum terpilih menjadi RT. Menurutnya, setelah terpilih menjadi RT, saat “Bunda” (Weni, red) datang, langsung memberitahukan, bahwa di tempatnya ada Lansia yang keadaannya memperihatinkan.

“Saya tidak sanggup katakan keadaannya seperti apa, tapi saya usulkan kepada Bunda uttuk melihat sendiri,” kata Erni.

Erni juga menceritakan, setiap ada bantun selalu diprioritaskan untuk nenek Sukiah juga. Sebagai RT, Erni bukan hanya mendampingi Lansia di Kelurahannya sendiri, tapi juga sebagai pandamping Lansia di Kecamatan Tanjungpinang Kota yang menangani dua Kelurahan.

“Dari beberapa Lansia yang saya dampingi, yang lain masih ada yang merawat, namun yang ini yang menurut saya yang paling parah. Anaknya ada, tapi sakit, namanya Sulasniah. Sedangkan anaknya satu lagi yang di Tanjungpinang, saya tak kenal, karena jarang ke sini. Cucunya yang tinggal bersamanya juga kerjanya belum jelas, bantu-bantu orang saja, namanya Jiatno,” cerita Erni.

Dari pantauan Sijori Kepri di lapangan, memang keadan rumah nenek Sukiah sangat memprihatinkan, sehingga ibu-ibu PKK bergotong royong membersihkan rumahnya dan menebas rumput disekitarnya, serta mengecat rumahnya, walaupun terhenti sementara setelah kedatangan Walikota Lis Darmansyah beserta rombongan, yang terdiri dari Kabag Humas Boby Wira Satria, Kepala Bappeda Hamalis, Camat Tanjungpinang Kota, Nasrizal, Binmas, Lurah Senggarang, Imas Satria, dan rombongan Pemko lainnya.

Lis dan Weni juga sempat berbincang-bincang dengan nenek Sukiah, yang sementara diamankan di tempat tetangganya dan memberitahukan, bahwa rumahnya akan diperbaiki, sehingga memerlukan waktu kurang lebih seminggu, dan nenek sukiah diminta untuk bersabar dan tinggal dulu dengan tentangnya. (SK-MU)


Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah, saat berkunjung ke rumah nenek Sukiah

Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah, saat berkunjung ke rumah nenek Sukiah.

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100