SIJORIKEPRI.COM, LINGGA — 200 lebih khafilah Kabupaten Lingga diberangkatkan untuk ikut memeriahkan kegiatan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke-VII tingkat Provinsi Kepulauan Riau tahun 2017 di Kota Batam, Rabu, (03/05/2017).
Akhmad Zukhri, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Lingga, menyampaikan, jumlah tersebut adalah, peserta lomba, pendamping, rombongan penggembira barisan pawai Ta’aruf, panitia STQ Kabupaten Lingga, serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingga.
“Untuk STQ ke-VII Provinsi Kepri ini, Lingga menurunkan 14 peserta untuk mengisi dua cabang yang dilombakan pada STQ di Batam nanti, yakni, cabang Tilawah anak/dewasa dan cabang hafalan Qur’an (Hafiz) 1-30 Juz,” ungkapnya, kepada awak media.
Kabupaten Lingga, kata Akhmad, lewat kerjasama antara Badan Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan (BPM-PTSPP), Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan beberapa instansi daerah lainnya, akan menampilkan berbagai macam produk unggulan kreatif dan khas milik Bunda Tanah Melayu di stand bazar Kabupaten.
Sehingga untuk STQ kali ini, lanjut Akhmad, Pemkab Lingga tidak hanya menargetkan capaian peringkat lomba Tilawah dan Hafiz saja, namun juga pada kegiatan lainnya yang disertakan dalam agenda STQ tersebut, seperti stand bazar, rebana dan pawai ta’aruf.
“Untuk Tilawah dan Hafiz, kami akan berupaya mencapai peringkat yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, untuk stand bazar kami optimis, karena tren Lingga selalu baik untuk yang satu ini. Selain itu, Lingga juga akan menampikan kuliner khas Bunda Tanah Melayu, yang masih dipertahankan sampai hari ini,” terangnya.
Pada STQ ke-VII tingkat Provinsi Kepri ini, tambahnya, Lingga mengirimkan 49 hafiz Qur’an 5-30 Juz dari beberapa pesantren untuk diwisuda bersama 1.000 hafiz se Kepulauan Riau oleh Guburnur Nurdin Basirun. Dengan keikutsertaan Lingga di agenda STQ tingkat Provinsi Kepri di kota Batam ini, akan semakin menyemarakkan agenda bernuansa islami yang rutin digelar pemerintah daerah setiap tahunnya itu.
“Intinya, STQ ini bukan sebatas perlombaan saja. Namun mengandung nilai-nilai religius, karena kita tidak boleh melupakan tujuan sebanarnya yakni, syiar islam, agar Al-Qur’an jadi pedoman hidup umat kedepan,” imbuhnya. (SK-Pus)








